Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber Foto: Shutterstock)
Dream - Di jalanan, kita mungkin sudah familiar dengan pemandangan pengemudi kendaraan bermotor roda dua yang mengenakan helm dengan dominasi warna hijau dan jaket hitam-hijau.
Selain fokus pada layanan transportasi, Grab sebagai SuperApp juga menawarkan solusi sehari-hari lewat pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital.
Siapa sangka jika Grab telah melakukan 3 miliar perjalanan tepat pada 20 Januari 2019. Uniknya, mitra pengemudi dan penumpang yang melakukan pemesanan ke-3 miliar pun sama-sama berasal dari Indonesia.
Pencapaian fantastis ini diraih kurang lebih 6 bulan setelah angka 2 miliar perjalanan pada Juli 2018. Hal ini melengkapi total perjalanan yang sudah ditempuh oleh Grab sejak didirikan pertama kali pada tahun 2012 yaitu sebesar 21,06 miliar kilometer.
Mencakup 336 kota di 8 negara di Asia Tenggara, 222 kota di antaranya tersebar di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai tujuan pengantaran penumpang terbesar yang dilakukan oleh Grab.
Selama 7 tahun menjadi partner setia di jalan, jutaan penumpang di Indonesia telah dihantar oleh mitra pengemudi Grab ke berbagai tujuan. Tercatat bioskop dan mal menjadi tujuan favorit, disusul sekolah atau kampus, rumah sakit, taman, tempat ibadah, dan rumah duka.
Uniknya, perhelatan Asian Games yang berlangsung Agustus 2018 memberikan lonjakan jumlah penumpang dengan 110 juta perjalanan bersama Grab.
Hasil ini seakan melengkapi prestasi lain yang tak kalah mentereng, yaitu gelar decacorn yang diraih pada akhir tahun 2018. Istilah ini sendiri hanya diberikan pada startup yang memiliki valuasi di atas USD10 miliar. Dari 300 unicorn di seluruh dunia, baru Grab yang menjadi decacorn pertama dan satu-satunya dari Asia Tenggara di tengah dominasi startup asal China dan Amerika Serikat.
Sebagai decacorn, Grab dianggap telah memberikan layanan berkualitas baik, paling terjangkau, dan efisiensi waktu. Tidak heran jika pengguna setianya terus bertambah.
Hal ini tidak terlepas dari filosofi platform terbuka yang mampu menyatukan para mitra, sehingga dapat bergerak bersama menuju hidup yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara.
Dengan dukungan inovasi teknologi yang terus dihadirkan dalam platform terkemuka di Asia Tenggara, diharapkan dapat menarik minat pelanggan sekaligus dana investasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia