6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Cedera Tulang Belakang/ Foto: Shutterstock
Dream - Kesehatan tulang belakang tak boleh dianggap sepele. Fungsinya sangat krusial bagi tubuh yaitu menunjang, postur dan gerak. Terdapat juga sistem saraf yang memegang peran penting kerja organ secara keseluruhan, termasuk dalam reproduksi pria.
Banyak yang tahu kalau jika terjadi cedera tulang belakang, kesuburan pria bisa terganggu. Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, dampak cedera tulang belakang akan membuat seseorang mengalami gangguan sensor motorik atau kendali gerak.
“ Hal ini yang menyebabkan seorang pria tidak mampu atau pun sulit melakukan ereksi. Jadi, pria yang mengalami cedera tulang belakang bisa mengalami disfungsi ereksi dan menyebabkan menurunnya performa seksual pria,” ujar dr. Iqbal.
Berikut beberapa gangguan kesuburan yang dapat terjadi saat pria mengalami cedera tulang belakang:
1. Menurunkan Fungsi Ereksi
Saat tubuh menerima rangsangan aliran darah akan meningkat ke batang penis, kemudian menahan aliran balik ke jantung. Hal tersebut membuat penis menegang dan siap berejakulasi. Mekanisme rangsangan ini diatur oleh saraf pada tulang belakang yang terletak di sekitar punggung bawah.
Saat pria mengalami cedera pada tulang belakang, saraf-saraf yang mengatur rangsangan ini mungkin saja rusak. Inilah yang bisa menyebabkan ia sulit ereksi (impotensi), sehingga proses pembuahan akan terhambat.
© Dream
2. Kualitas Sperma Berkurang
Adanya trauma di tulang belakang juga bisa berimbas pada produksi air mani dan sel sperma. Inilah yang akhirnya dapat menghambat pembuahan. Selain itu, terdapat pula peningkatan risiko kelainan pada bayi di dalam kandungan akibat menurunnya kualitas sperma. Namun, penelitian lanjutan dibutuhkan dalam hal ini.
3. Naiknya Suhu Testis
Ketika terjadi cedera tulang belakang, pria juga akan merasakan kelemahan pada otot-otot tungkai, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Keseringan duduk dapat berdampak pada naiknya suhu di sekitar testis. Saat suhu testis meningkat karena keseringan duduk, kualitas sperma yang diproduksi bisa terganggu dan memengaruhi pembuahan.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
