Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang wanita bernama Kim De'Atta harus menghabiskan waktunya bertahun-tahun di dalam rumah tanpa pergi ke manapun. Hidup terkurung yang diijalani Kim semakin menjadi setelah teknologi Ponsel semakin berkembang.
Kim memang mengidap kelainan aneh. Dia alergi pada gelombang wifi dan sinyal ponsel.
Akibat alerginya itu pula, Kim tidak pernah bisa mengunjungi teman atau keluarganya. Gelombang elektromagnetik dari teknologi modern membuatnya migrain, kelelahan, bahkan infeksi.
Mantan perawat itu harus mengenakan pakaian pelindung gelombang jika ingin meninggalkan rumah. Sementara tempat-tempat yang dia kunjungi haruslah minim sinyal ponsel.
Kondisinya yang lemah memaksa dia berpindah rumah sebanyak dua kali. Penyebabnya, pembangunan tiang pemancar gelombang terus terjadi di dekat tempat tinggalnya.
© Dream
Kini, dia tinggal dan tidur di bawah jaring khusus yang mampu meredam gelombang elektromagnetik. Dia berharap suaranya mengenai sensitifitas terhadap gelombang elektromagnetik dapat membuat banyak orang memahami kondisinya dan menjadi lebih simpati.
" Sepanjang waktu orang berpikir saya gila. Ini sangat sulit karena mereka tidak merasakan apa yang saya alami," kata Kim.
" Saya tidak bisa mengunjungi teman dan keluarga saya dalam waktu yang lama. Saya punya dua pengunjung selama setengah hari sepanjang tahun. Ini benar-benar membanggakan," ucap dia.
" Saya sudah tidak lagi melihat bibi terdekat saya selama 10 tahun dan dia tidak benar-benar memahami mengapa. Kami sangat dekat sebelumnya,"
" Saya sudah tidak betah dan dia sudah 91 tahun kala itu. Saya memakai penutup kepala saya dan Anda dapat bayangkan saya terlihat lucu di dalam bus," ujar Kim.
© Dream
Kim mengatakan masalahnya bermula saat ia berusia 16 tahun dan tinggal di selatan London. Dia mulai sakit saat di dekat televisi.
Kondisinya semakin parah beberapa tahun lalu saat dia bekerja sebagai perawat di pelayanan intensif. Dia selalu membawa ponsel sehingga bisa dikontak saat terjadi peristiwa gawat darurat.
" Pertama kalinya saya memasangnya di kepala saya seperti laser masuk ke otak saya. Setiap waktu saya menempelkan di kepala saya, saya selalu sakit," ucap Kim.
" Setelah itu saya merasa semakin lelah dan sistem kekebalan tubuh saya semakin melemah dan saya mengalami infeksi," kata Kim.
Dia mencari tahu tentang sensitivitas terhadap elektromagnetis dan menyadari masalahnya disebabkan gelombang radiasi dari ponsel, televisi, wifi, dan alat-alat elektronik.
Kim lalu pindah ke Glastonbury agar terbebas dari gelombang dan merasa lebih baik beberapa tahun lalu. Semua dia alami sebelum sebuah tiang pemancar dibangun di tengah kota.
" Sekarang saya sadar kesehatan saya mulai memburuk saat itu dan saya mulai merasakan migrain, kelelahan, dan alergi," kata Kim.
" Awalnya dokter mengira tulang punggung saya bergeser, tapi tidak terbukti," ucap Kim.
" Saat saya mengunjungi dokter lain, dia mengatakan ada sesuatu di sekitar yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi radiasi elektromagnetik," ucap dia.
" Saya lalu melihat komputer dan merasakan wajah saya seperti terbakar," ucap Kim.
Saat sinyal 3G masuk kota, Kim mulai mengalami sesak napas dan jantungnya berdebar-debar. Dia lalu memutuskan pindah ke Chard, Somerset.
" Kepala saya terasa seperti mau meledak baik dari dalam maupun dari luar di saat yang sama," ucap dia.
(Sah/Sumber: metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya