BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
© MEN
Dream - Kasus Covid-19 yang semakin meningkat membuat proses vaksinasi gencar dilakukan. Berbagai jenis vaksin yang digunakan biasanya menimbulkan efek samping , termasuk saat menjalani vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Pfizer.
Melalui media sosial, para wanita khususnya wanita Norwegia melaporkan timbulnya efek samping yang tidak biasa setelah menerima suntikan vaksin Pfizer.
Dilansir dari instagram @rt, efek samping ini pertama kali dilaporkan oleh perempuan bernama Emma dalam video Tik Tok yang ia unggah. Perempuan berusia 17 tahun itu mengklaim payudaranya terlihat lebih besar selang dua minggu setelah mendapat vaksin Pfizer.
Video itu pun menjadi viral dan mengundang berbagai komentar yang sama. Banyak wanita mengaku payudaranya juga menjadi lebih besar setelah menjalani vaksinasi dengan Pfizer.
Namun menurut para profesional medis, fenomena yang terjadi bukanlah pembesaran payudara. Sekitar 10% wanita yang menerima vaksin Pfizer akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan, yang mendorong payudara ke depan sehingga membuatnya tampak lebih besar.
Kantor Pfizer Norwegia mengklaim bahwa tidak ada efek samping tersebut pada paten yang tertulis dalam vaksin Pfizer. Meskipun begitu, mereka tidak mendiskreditkan adanya hubungan antara vaksin dengan fenomena pembesaran payudara ini.
Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan kiriman vaksin Pfizer. Vaksin ini akan menambah pasokan vaksin yang dibutuhkan untuk program vaksinasi nasional.
" Bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan semakin banyak," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.
Budi mengatakan vaksin Pfizer didatangkan Pemerintah melalui skema Covax-GAVI. Melalui skema ini pula, vaksin AstraZeneca kembali diterima pada Juli.
" Jumlah vaksin yang masuk ke Indonesia makin lama akan semakin banyak," kata dia.
Hari ini, kata Budi, sebanyak 14 ribu dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk tiba di Indonesia. Sehingga, total bahan baku vaksin Sinovac saat ini 105 juta dosis.
Vaksin ini akan diproses sekitar 1 bulan oleh Bio Farma menjadi siap pakai. Dari total 105 juta dosis bahan baku tersebut, Budi mengatakan akan menjadi 85 juta dosis vaksin jadi.
" Mungkin di awal Agustus akan ada 85 juta vaksin Sinovac yang sudah siap kita gunakan," ucap Budi.
Selanjutnya, Budi menjelaskan dengan semakin banyaknya vaksin masuk maka vaksinasi bisa dipercepat. Sehingga Indonesia dapat segera mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.
" Insya Allah di akhir tahun, 181,5 juta rakyat Indonesia sudah bisa divaksin at least satu kali," kata dia.
Dream - Vaksin AstraZeneca diklaim sangat efektif memberikan kekebalan terhadap Covid-19 setidaknya satu tahun usai dosis pertama. Sementara setelah suntikan dosis kedua, vaksin ini dapat memberikan respon imun yang kuat.
" Hal ini merupakan berita baik bagi negara-negara dengan persediaan vaksin yang terbatas, yang mungkin khawatir terhadap keterlambatan pemberian dosis kedua vaksin di negara mereka," ujar Chief Investigator & Director Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford, Sir Andrew J Pollard.
Sub analisis percobaan COV001 dan COV002 yang dipimpin Oxford menunjukkan vaksin AstraZeneca memberikan respons imun kuat setelah interval dosis kedua diperpanjang 45 pekan. Ataupun setelah pemberian dosis ketiga.
Analisis tersebut melibatkan sukarelawan usia 18-59 tahun yang sudah terdaftar. Mereka telah menerima satu dosis maupun dua dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca.
" Terdapat respons yang sangat baik untuk dosis kedua, bahkan setelah penundaan 10 bulan dari dosis pertama," kata Pollard.
Dalam artikel yang diterbitkan di server pre-print The Lancet, antibodi usai dosis pertama tetap di level tinggi selama satu tahun. Kemudian, meski interval dosis kedua diperpanjang selama 45 pekan, respons antibodi meningkat 18 kali lipat dalam waktu 28 hari setelah penyuntikan.
Sedangkan dalam jeda 45 pekan tersebut, didapat temuan titer antibodi empat kali lebih tinggi dibandingkan jeda 12 hari dari dosis pertama ke dosis kedua. Ini menunjukkan interval pemberian dosis yang lebih lama tidak mengurangi efektivitas vaksin, namun justru dapat memberikan kekebalan yang lebih kuat.
Selain itu, dosis ketiga yang diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis kedua dapat meningkatkan antibodi enam kali lipat mempertahankan respons sel T. Dosis ketiga juga menghasilkan aktivitas penetralan yang lebih tinggi terhadap varian Alpha (B1117, 'Kent'), Beta (B1351, 'Afrika Selatan') dan Delta (B16172, 'India').
Baik dosis kedua yang diperpanjang intervalnya dan dosis ketiga Vaksin Covid-19 AstraZeneca kurang reaktogenik dibandingkan dengan dosis pertama.
" Penting bagi kami untuk menunjukkan bahwa vaksin kami menghasilkan respons kekebalan yang kuat dan tahan lama, untuk meningkatkan keyakinan mengenai perlindungan jangka panjang," kata Executive Vice President BioPharmaceuticals R&D, Sir Mene Pangalos.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
