Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Rancangan Wilsen Willim (Foto: Dokumentasi Digital Fashion Week Jakarta 2018)
Dream - Digital Fashion Week Jakarta (DFW JKT) 2018 diakhiri dengan dua peragaan busana oleh desainer Indonesia, Wilsen Willim dan Sonny Nagasurya. Keduanya menjadi penutup pekan mode yang berlangsung sejak 15 Oktober lalu, yang merupakan kali kedua diselenggarakan di Jakarta.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, dengan misi untuk membawa desainer-desainer lokal ke tingkat internasional, rangkaian acara tahun ini menghadirkan desainer-desainer independen Indonesia, Thailand, Tiongkok, Venezuela, fashion forum, serta pop-up store.
Wilsen Willim yang karyanya sudah masuk ke butik-butik multi-brand atas di Inggris, Perancis, Kuwait, Mesir, serta Indonesia ini, memamerkan koleksi busana wanita dan pria melalui presentasi yang dramatis.
Dengan para model yang berjalan perlahan, serta make-up yang tidak biasa, Wilsen Willim mempersembahkan kreasi yang menggunakan kain natural yang nyaman dengan desain yang playful namun tetap mempunyai siluet yang sederhana, yang merupakan khasnya. Sebagai penutup rangkaian fashion show tahun ini, ia berhasil memukau penonton.
Pada pertunjukan sebelumnya, Sonny Nagasurya menampilkan serangkaian busana pria dan wanita yang sassy dan edgy, yang terinspirasi oleh street style Amerika. Desainer Indonesia ini memulai karirnya secara otodidak dengan membuat pakaian berdasarkan pesanan, sebelum menciptakan labelnya sendiri, 50NY pada tahun 2012.

Pada hari yang sama, sekolah mode LaSalle College dan ESMOD turut memeriahkan acara dengan memamerkan karya beberapa murid yang berbakat. Kerja sama mereka dengan DFW JKT 2018 merupakan salah satu cara untuk mempertunjukkan kreativitas sekaligus mempersiapkan anak didiknya dalam industri mode yang sebenarnya.
Selain pargelaran busana, DFW JKT 2018 juga menghadirkan pop-up store yang masih berlangsung hingga 10 November di Main Atrium Plaza Senayan, dimana konsumen dapat membeli karya-karya desainer, sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan produk lainnya melalui serangkaian trunk show. (ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha