Manusia Temukan Alien 20 Tahun Lagi?

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 18 Juli 2014 08:03
Manusia Temukan Alien 20 Tahun Lagi?
Saat ini ilmuwan Bumi masih berusaha mengembangkan teknologi untuk mendeteksi dan menangkap planet-planet mirip Bumi.

Dream - Badan Antarariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim 20 tahun lagi mereka akan menemukan bentuk kehidupan alien, meski itu berada di luar tata surya.

Dalam pembicaraan dengan publik di Washington, NASA membeberkan rencana mereka mencari kehidupan alien di alam semesta menggunakan sejumlah teleskop saat ini dan masa depan.

Mantan astronot NASA Charles Bolden sangat yakin manusia di Bumi tidak sendirian di alam semesta ini. " Apakah kita percaya ada kehidupan di luar Bumi?" kata Bolden dikutip Dream.co.id dari laman Daily Mail, Jumat 17 Juli 2014.

" Saya yakin sebagian besar rekan-rekan saya di sini, hari ini, mengatakan tidak mungkin manusia berdiri sendiri di alam semesta yang maha luas ini," cetus Bolden bersemangat.

Planet Mars dan sejumlah bulan di tata surya telah menjadi fokus pencarian untuk kehidupan alien selama beberapa dekade. Seperti yang diutarakan ahli astronomi Kevin Tangan yang baru-baru ini mengatakan bahwa ada kehidupan alien di bulan Jupiter, Europa.

Tapi para ilmuwan di NASA lebih fokus pada diskusi tentang mencari tanda-tanda kehidupan di planet di sekitar bintang lain di luar tata surya.

" Suatu saat, tidak jauh dari masa sekarang, orang akan dapat menunjuk ke sebuah bintang dan berkata, 'bintang itu memiliki planet seperti Bumi'," kata Sara Seager, profesor ilmu planet dan fisika di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, Massachusetts.

Seager menambahkan, para astronom berpikir itu sangat mungkin bahwa di setiap satu bintang di galaksi Bima Sakti memiliki setidaknya satu planet.

Pakai Teleskop Khusus

NASA pertama kali mulai mempelajari sistem planet di sekitar bintang lain dengan membangun observatorium berbasis darat. Kemudian mereka pindah ke observatorium berbasis ruang angkasa seperti Teleskop Hubble, Teleskop Spitzer, dan Teleskop Kepler.

Teleskop-teleskop ini bisa menentukan apakah planet-planet yang memiliki jarak tertentu dari bintangnya memiliki air cair, bahan utama untuk kehidupan seperti yang terdapat di Bumi.

Saat ini NASA tengah disibukkan dengan peluncuran satelit pengintai exoplanets TESS (Transiting Exoplanet Surveying Satellite) pada 2017. NASA juga akan mengorbitkan Teleskop James Webb pada tahun 2018, dan Wide Field Infrared Survey Telescope yang diusulkan untuk meluncur di awal dekade berikutnya.

" Teknologi yang kami gunakan untuk menjelajahi exoplanets ini adalah nyata," kata John Grunsfeld, astronot dan asosiasi administrator NASA untuk Direktorat Misi Sains di Washington.

Selama sesi tanya-jawab, seseorang dengan menggunakan media sosial, bertanya, " Jika para ilmuwan menemukan kehidupan di planet lain, pemerintah AS akan membiarkan orang tahu?" .

Ellen Stofan, kepala ilmuwan di NASA mengatakan, " Tentu saja!"

" Itu akan jadi luar biasa menarik. Kami akan memberitahukan kepada publik secepat yang kami bisa. Kami ingin semua orang untuk berbagi dalam kegembiraan atas penemuan kami" .

Namun di satu sisi, menemukan planet asing kecil kembaran Bumi bakal menjadi sulit karena mereka menghasilkan sinyal redup.

Saat ini ilmuwan Bumi masih berusaha mengembangkan teknologi untuk mendeteksi dan menangkap planet-planet mirip Bumi dengan menggunakan teleskop ruang angkasa masa depan. Kemampuan untuk mendeteksi kehidupan alien mungkin masih jauh, tetapi pencarian sedang berlangsung.

" Bayangkan saja saat ini, ketika kita menemukan tanda-tanda potensi kehidupan," kata Profesor Mountain. " Bayangkan saat ketika dunia bangun dan umat manusia menyadari bahwa kesepian panjang dalam ruang dan waktu mungkin akan berakhir. Kemungkinan kita tidak lagi sendirian di alam semesta" . (Ism)

Beri Komentar