Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

3 Benda Misterius Jatuh dari Pesawat, Saat Dicek Ternyata...

Reporter : Sugiono
Kamis, 1 Maret 2018 08:00
3 Benda Misterius Jatuh dari Pesawat, Saat Dicek Ternyata...
Personil bandara terkejut dengan temuan tiga benda jatuh tersebut.

Dream - Pada hari Senin lalu, tiga benda jatuh dari sebuah pesawat yang meninggalkan Ekuador ke New York. Ketiga benda itu jatuh dari ketinggian 304 meter di atas landasan, sesaat setelah pesawat lepas landas, dengan mengeluarkan bunyi yang keras.

Personel bandara yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergegas ke lokasi jatuhnya benda itu. Mereka khawatir penerbangan LATAM Airlines XL1438 kehilangan salah satu komponen vital sebelum meninggalkan kota pelabuhan Guayaquil.

Namun apa yang mereka temukan sungguh mengejutkan. Ketiga benda itu ternyata adalah dua sosok manusia dan sebuah tas koper berukuran sedang.

Salah satu orang yang jatuh meninggal di tempat kejadian. Sementara seorang lagi dalam kondisi luka parah. Sedangkan tas koper itu berisi pakaian dan uang tunai sebesar US$20.

Sayangnya, korban yang luka parah itu akhirnya meninggal dunia beberapa menit kemudian.

Menurut Jenderal Marcelo Tobar, kepala polisi Guayaquil, kedua pria itu tampaknya adalah dua orang penumpang gelap yang bersembunyi di bagian roda pendaratan pesawat.

Kepada laman El Comercio di Ekuador, Tobar menduga kedua pria itu terdorong keluar saat roda pesawat melipat ke atas. " Atau mereka berpikir ulang tentang rencana mereka dan memutuskan melompat dengan harapan bisa bertahan hidup," tambah Tobar.

Para korban, yang berusia antara 25 dan 30 tahun, tidak memiliki tanda pengenal sama sekali di tubuhnya.

Pejabat bandara mengatakan kedua korban adalah warga negara Peru karena penerbangan tersebut berasal dari Lima dengan pemberhentian di Guayaquil, Ekuador.

1 dari 1 halaman

Bahayanya Jadi Penumpang Gelap

Bahayanya Jadi Penumpang Gelap © Dream

Pesawat dengan 233 penumpangnya tersebut terpaksa putar arah tiga jam setelah lepas landas. Penerbangan XL1438 kembali ke Bandara Internasional José Joaquín de Olmedo setelah kejadian tersebut.

" Kedua pria itu bukan penumpang pesawat penerbangan tersebut. Dan saat ini maskapai tengah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk  menyelidiki masalah ini," kata juru bicara LATAM, David Harry, kepada Washington Post.

Akibat kejadian ini, bandara terbesar kedua di Ekuador itu terpaksa berhenti operasi selama 90 menit.

Penumpang gelap yang naik di roda pesawat menghadapi bahaya ekstrem, menurut Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.

Setelah roda terlipat dan pesawat mulai mengangkasa, suhu udara bisa turun di bawah nol derajat.

Hal itu akibat dari tekanan udara yang turun ke tingkat yang sangat rendah, kadang-kadang bisa menyebabkan kondisi seperti hibernasi.

Tingkat kelangsungan hidup untuk penumpang gelap dalam 10 insiden yang melibatkan 11 orang sangat rendah, menurut sebuah laporan yang dirangkum FAA.

Dua orang membeku sampai mati dan tiga lainnya jatuh hingga meninggal dunia dalam penerbangan antara tahun 1947 dan 1993. Sedangkan enam lainnya dinyatakan selamat.

Penumpang gelap bisa saja selamat meski itu dianggap sebagai sebuah keajaiban.

Seorang remaja yang menjadi penumpang gelap dengan naik roda pesawat tiba di bandara tujuan dalam kondisi selamat dalam penerbangan dari San Francisco ke Hawaii pada tahun 2014.

Sementara itu, di tahun yang sama, personil Angkatan Udara AS menemukan seorang anak laki-laki yang meninggal di kompartemen di dekat roda pesawat kargo setelah berhenti di Afrika.

Bocah itu tampaknya berasal dari Mali, kata Pentagon pada saat itu. Dia diduga melarikan diri dari kekerasan perang sipil yang memasuki tahun kedua pada tahun 2014.

Beri Komentar