Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Banjir Di Makassar. (Liputan6.com)
Dream - Banjir mengepung Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan sejak Selasa, 22 Januari 2019. Kondisi itu diduga disebabkan karena intensitas hujan sejak Senin, 21 Januari 2019.
Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Joharman mengimbau masyarakat tetap waspada karena hujan intensitas tinggi diperkirakan masih akan terjadi tiga hari ke depan, sejak Kamis, 24 Januari 2019 hingga Sabtu, 26 Januari 2019.
" Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Gowa, dan wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan meliputi Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, dan Kepulauan Selayar," kata Joharman, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 23 Januari 2019.
Joharman menyebut, intensitas hujan yang tinggi di Sulawesi Selatan karena tekanan rendah di sekitar Laut Timor. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi disertai labilitas udara dalam kategori sedang-kuat menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan, khususnya pesisir barat dan selatan.
Untuk itu, Joharman mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak dari curah hujan tinggi itu. " Antara lain, potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," ujar dia.
Dipantau dari akun Twitter, Diskominfo Makassar, sejumlah ruas jalan di Kota Makassar masih tergenang air.
Kondisi jalan Perintis Kemerdekaan depan kampus UIM. (Video Kiriman dari warga setempat 08:15) pic.twitter.com/Wj4wpyKRnR
— DISKOMINFO MAKASSAR (@DiskominfoMKS)January 23, 2019
08:25 Kondisi perintis saat ini -ag- #CCTVDiskominfoMKS pic.twitter.com/4j8OOPCWMq
— DISKOMINFO MAKASSAR (@DiskominfoMKS)January 23, 2019
Tak hanya itu, banjir juga tampak menggenangi pemukiman warga.
ini mau pigi sekolah nda jadi karena depan unhas banjir sampe pinggang, jembatan tello airnya sudah naik ke jembatan, depan rumah sampe lutut nda bisa pake motor:(
doakan kita yang di sulselð���ð��» #Prayforsulsel pic.twitter.com/M8eaEpmEuQ— aulð���ð��±ð��� (@levelupvelvet)January 23, 2019
Kondisi BTP 2 jam yang lalu -ag- #CCTVDiskominfoMks
Silakan mention kami untuk update Makassar hari ini pic.twitter.com/qK6ONoY42k— DISKOMINFO MAKASSAR (@DiskominfoMKS)January 23, 2019
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya