Ngeri! 30% Pilot di Negara Ini Kantongi Izin Palsu, Tes Terbang Pakai Joki

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 28 Juni 2020 16:01
Ngeri! 30% Pilot di Negara Ini Kantongi Izin Palsu, Tes Terbang Pakai Joki
Mereka tak pernah mengikuti ujian lisensi, cukup dengan membayar joki.

Dream - Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, mengungkap temuan mengejutkan seputar dunia penerbangan sipil di negaranya. Dia melaporkan 30 persen dari seluruh pilot Pakistan terbang dengan menggunakan izin palsu.

Dia mengatakan 262 pilot terbukti tak pernah mengikuti ujian. Untuk mendapatkan izin terbang, mereka cukup membayar joki.

" Mereka tak punya pengalaman terbang," ujar Ghulam.

Berdasarkan data yang dimiliki Ghulam, sebanyak 860 pilot aktif bekerja di sejumlah maskapai dan melayani rute domestik. Termasuk pula di Pakistan International Airlines yang merupakan maskapai pelat merah juga di perusahaan jasa penerbangan lainnya.

Menanggapi hal itu, PIA menyatakan akan segera menggelar evaluasi. Juga segera memberhentikan para pilotnya yang telah terbukti memiliki izin terbang palsu.

" PIA mengakui izin palsu bukan hanya masalah PIA tapi di semua industri maskapai seluruh Pakistan," kata Juru Bicara PIA, Abdullah Khan.

 

1 dari 2 halaman

Detik-detik Kejatuhan PIA

Hasil investigasi awal kejatuhan pesawat PIA dengan kode PK 8303 diungkap ke publik. Laporan tersebut menyatakan pesawat jatuh saat penerbangan dari Lahore menuju Karachi dan menewaskan 97 orang.

Ghulam sendiri tidak menjelaskan apakah dua pilot yang menerbangkan pesawat tersebut memegang izin palsu.

Dalam laporan investigasi terkuak fakta pilot sedang mengobrol mengenai virus corona. Beberapa kali pilot mengabaikan peringatan dari ATC sebelum akhirnya pesawat jatuh ke pemukiman padat di dekat bandara Karachi.

" Pilotnya mendiskusikan corona selama penerbangan. Mereka tidak fokus. Mereka membicarakan virus corona dan bagaimana keluarga mereka terdampak," kata Ghulam.

 

2 dari 2 halaman

Dapat Peringatan dari ATC

Dia menjelaskan pilot sempat diingatkan oleh petugas ATC pesawat mereka terbang terlalu tinggi dan tidak seharusnya mencoba mendarat. Tetapi, si kapten tidak memperhatikan peringatan tersebut.

Pilot kemudian berusaha mendarat tanpa menurunkan roda pesawat. Mesin pesawat sampai menyentuh permukaan landasan, timbul percikan dan kerusakan tidak dapat diperbaiki.

Pilot sempat berusaha menarik pesawat kembali ke udara, tetapi kondisi mesin yang rusak parah membuatnya gagal. Pesawat akhirnya jatuh.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar