Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Jatuh Di Pakistan
Dream - Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, mengungkap temuan mengejutkan seputar dunia penerbangan sipil di negaranya. Dia melaporkan 30 persen dari seluruh pilot Pakistan terbang dengan menggunakan izin palsu.
Dia mengatakan 262 pilot terbukti tak pernah mengikuti ujian. Untuk mendapatkan izin terbang, mereka cukup membayar joki.
" Mereka tak punya pengalaman terbang," ujar Ghulam.
Berdasarkan data yang dimiliki Ghulam, sebanyak 860 pilot aktif bekerja di sejumlah maskapai dan melayani rute domestik. Termasuk pula di Pakistan International Airlines yang merupakan maskapai pelat merah juga di perusahaan jasa penerbangan lainnya.
Menanggapi hal itu, PIA menyatakan akan segera menggelar evaluasi. Juga segera memberhentikan para pilotnya yang telah terbukti memiliki izin terbang palsu.
" PIA mengakui izin palsu bukan hanya masalah PIA tapi di semua industri maskapai seluruh Pakistan," kata Juru Bicara PIA, Abdullah Khan.
Hasil investigasi awal kejatuhan pesawat PIA dengan kode PK 8303 diungkap ke publik. Laporan tersebut menyatakan pesawat jatuh saat penerbangan dari Lahore menuju Karachi dan menewaskan 97 orang.
Ghulam sendiri tidak menjelaskan apakah dua pilot yang menerbangkan pesawat tersebut memegang izin palsu.
Dalam laporan investigasi terkuak fakta pilot sedang mengobrol mengenai virus corona. Beberapa kali pilot mengabaikan peringatan dari ATC sebelum akhirnya pesawat jatuh ke pemukiman padat di dekat bandara Karachi.
" Pilotnya mendiskusikan corona selama penerbangan. Mereka tidak fokus. Mereka membicarakan virus corona dan bagaimana keluarga mereka terdampak," kata Ghulam.
Dia menjelaskan pilot sempat diingatkan oleh petugas ATC pesawat mereka terbang terlalu tinggi dan tidak seharusnya mencoba mendarat. Tetapi, si kapten tidak memperhatikan peringatan tersebut.
Pilot kemudian berusaha mendarat tanpa menurunkan roda pesawat. Mesin pesawat sampai menyentuh permukaan landasan, timbul percikan dan kerusakan tidak dapat diperbaiki.
Pilot sempat berusaha menarik pesawat kembali ke udara, tetapi kondisi mesin yang rusak parah membuatnya gagal. Pesawat akhirnya jatuh.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya