Video Aksi Kapolsek Berlutut di Depan Massa untuk Hentikan Penganiayaan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 November 2019 10:00
Video Aksi Kapolsek Berlutut di Depan Massa untuk Hentikan Penganiayaan
Dia memohon belas kasihan untuk tidak meneruskan penganiayaan.

Dream - Aksi Kapolsek Cempa, Pinrang, Sulawesi Selatan, A. Akbar, berlutut dan memohon massa untuk menahan amarah menjadi perbincangan media sosial. Video aksi Akbar yang menenangkan massa dengan persuasif itu diunggah ulang Instagram resmi Divisi Humas Mabes Polri.

" Iptu Akbar Kapolsek Cempa, Pinrang, Sulawesi Selatan rela bersimpuh di tanah. Memohon belas kasih kepada massa untuk tidak meneruskan penganiayaan terhadap salah seorang warga pada aksi demontrasi di Tambang Pasir Desa Salipolo, Pinrang, Sulsel," tulis akun tersebut, diakses Senin 11 November 2019.

Menurut Divisi Humas Polri, demontrasi tersebut melibatkan warga setempat dan pihak penambang PT ASR. Warga menolak aktivitas tambang pasir dan meminta aktivitas penggalian dihentikan karena belum adanya kesepakatan antara warga dan PT ASR di kantor DPRD Pinrang.

Kejadian ini bermula ketika 250 orang warga Desa Salipolo dan Desa Bababinanga menolak aktivitas tambang PT. ASR di lokasi sengketa tambang pasir Desa Salipolo, Cempa, Kabupaten Pinrang, Selasa 5 November 2019. Tak berselang lama, amarah demonstran pecah. Demo berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban.

Menurut KataSulsel, seorang warga Desa Salipolo terluka terkena sabetan senjata tajam di pergelangan tangan kanan. Sementara itu, pihak pekerja tambang PT. ASR yang terluka yaitu, Zainuddin, Muh. Tang, dan Kamaluddin. Keributan yang berlangsung akhirnya reda setelah terjadi mediasi.

2 dari 5 halaman

Polisi Ini Alami Sendiri Rasanya Langgar Larangan Mengetik Sambil Mengemudi

Dream – Pengendara mobil pasti sering mendengar peringatan agar tak menerima telepon atau membaca pesan di smartphonenya. Imbauan itu terpampang jelas di papan pengumuman dan peringatan polisi.

Salah satu yang paling dilarang terkait pemakaian Smartphone adalah mengetik pesan sambil mengemudi. Dengan konsentrasi yang terpecah, ancaman kecelakaan semakin besar.

Namun peringatan penegak hukum ini tampaknya tak dipatuhi seorang polisi. 

Mengutip laman Zing, Kamis 7 November 2019, seorang polisi di Amerika Serikat mengalami kecelakaan karena tak memperhatikan jalanan. Jeep Grand Cheroke yang dikendarainya mengalami tabrakan. 

Kecelakaan ini terjadi lebih dari sebulan yang lalu di Riverside Drive, Oklahoma, Amerika Serikat. Kamera yang dipasang di mobil polisi, menampilkan kejadian sebelum dan sesudah kecelakaan.

Dalam 25 detik pertama, polisi tetap mengetik pesan dan melihat kondisi jalan. Tak dinyana, Jeep Grand Cherokee keluar dari jalan utama dan menabrak sisi mobil polisi.

Berdasarkan ABC Tulsa, pengemudi Jeep bisa dinyatakan bersalah. Syukurlah, keduanya tidak mengalami cedera yang fatal.

3 dari 5 halaman

Kehilangan Kendali?

Tak jelas apakah pengemudi Jeep kehilangan kendali kendaraan sebelum tabrakan. Tapi, sikap polisi yang mengemudi sambil mengetik pesan mendapat kritik tajam. Polisi ini dinilai tidak profesional dan melanggar hukum.

“ Saya pikir itu terlalu berbahaya. Jangan mengemudi sambil mengetik,” kata saksi mata, Christina Bonds,

Bonds mengatakan kecelakaan takkan terjadi andai pengemudi Jeep lebih awas dan polisi tak sibuk memandangi pesan.

Sementara itu, rekan polisi, Jeanne Pierce, mengatakan mengetik pesan bukanlah penyebab kecelakaan. Kalaupun tidak mengetik, kecelakaan tetap terjadi. 

4 dari 5 halaman

Main HP saat Nyetir di Jalur Thamrin-Sudirman, Siap-Siap Ditilang!

Dream – Penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan sistem kamera pengawas/CCTV mulai berlaku sejak kemarin, Senin, 1 Juli 2019. Aturan tersebut baru diberlakukan untuk pengendara roda empat ke atas.

Dikutip dari Liputan6.com, aparat penegak hukum telah memasang kamera CCTV yang tersebar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Ada 12 CCTV yang siap mengidentifikasi pengendara yang melanggar.

“ Hari ini mulai berlaku. Secara umum Ditlantas Polda Metro Jaya sudah mengembangkan kemampuan utility dari kamera yang ada dan menambah perluasan penempatan kamera analitik menjadi 12 kamera yang tersebar di 10 titik di Jalan Sudirman Thamrin," kata Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, di Jakarta.

Arif mengatakan pengendara wajib waspada saat ini. Apalagi, kalau pengendara kedapatan tak menggunakan sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika sedang menyetir.

“ Kalau beberapa waktu lalu, kamera hanya bisa mendeteksi pelanggaran traffic lane dan melanggar markah, sekarang bisa lebih jauh di atas itu, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika sedang berkendara,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Surat Konfirmasi

Sistem ini bekerja secara otomatis, kata Arif. Pelanggar nantinya akan diberikan surat konfirmasi ke alamat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Dalam waktu 14 hari sejak diberikan surat, pemilik wajib memberikan konfirmasi.

“ Kamera ini bekerja full automatic jadi bekerja secara otomatis dan mengidentifikasi kendaraan secara otomatis,” kata dia.

Arif mengatakan kamera ini membantu petugas untuk mengumpulkan data. Petugas tinggal memverifikasi apakah benar foto yang ditangkap kamera CCTV, lalu menerbitkan surat konfirmasi kepada alamat kendaraan.

Apabila memang melakukan pelanggaran, pengendara wajib membayar denda sesuai kesalahan yang dilakukan.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone