Aksi Oknum Dokter di Semarang Campur Sperma ke Makanan Istri Teman Terekam Video

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 14 September 2021 11:30
Aksi Oknum Dokter di Semarang Campur Sperma ke Makanan Istri Teman Terekam Video
DP saat ini telah ditetapkan tersangka.

Dream - Oknum dokter di Semarang, DP, ditangkap polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual. DP dilaporkan seorang ibu rumah tangga berinisial D yang merupakan istri rekan seprofesinya.

" Tersangka dokter DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jateng, surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Komisaris Besar M Iqbal Alqudusy.

Iqbal mengatakan, laporan dilayangkan D yang mengaku menjadi korban DP. Pelapor juga menyerahkan sejumlah bukti penguat.

Diketahui, D dan suaminya tinggal di kontrakan yang sama dengan DP. Suami D merupakan rekan DP yang sama-sama menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

1 dari 3 halaman

Kronologi Korban

Dalam laporannya, kata Iqbal, D menyebut perbuatan DP terjadi pada Oktober 2020. Berawal dari kecurigaan D pada tudung saji penutup makanan di meja selalu dalam posisi yang berubah.

Karena curiga, D kemudian merekam situasi di ruang makan menggunakan iPad. Dari rekaman itulah diketahui ternyata DP nekat beraksi.

Momen terjadi ketika pelapor sedang mandi. Saat itu, DP tampak keluar dari kamar mandi kemudian melakukan masturbasi.

Aksi nekat DP tidak berhenti di situ. Parahnya, dia mencampurkan cairan sperma ke makanan D yang ada di meja makan.

" Kejadian tersebut sudah dilakukan beberapa kali," kata dia.

 

"

2 dari 3 halaman

Ada Lubang di Kamar Mandi

Pada lokasi, ternyata ada lubang kecil di antara dua kamar mandi. Diduga, lubang itu digunakan pelaku untuk mengintip korban.

" Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan Pasal 281 ayat (1) KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesopanan," kata Iqbal.

Pendamping korban dari Legal Resource Center untuk Keadilan Gender dan HAM, Nia Lishayati, mengatakan, laporan dilayangkan korban pada Maret 2021. Menurut dia, korban menyertakan video rekaman sebagai bukti atas perbuatan pelaku.

 

3 dari 3 halaman

Dilimpahkan ke Kejati Jateng

Kasus ini, kata Nia, sudah dalam penanganan. Polda Jateng juga telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Jateng.

" Namun, dikembalikan dua kali karena jaksa meminta pelaku diperiksa kejiwaannya," kata Nia.

Nia menilai alasan yang dikemukakan jaksa tidak logis. Sebab, pelaku dinilai tidak mengalami gangguan kejiwaan.

" Pelaku itu seorang dokter, bahkan sudah berpraktik. Secara logika, dia sadar dengan perbuatannya, jadi tidak perlu diperiksa kejiwaan dan harus diproses secara hukum," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar