Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jam Tangan. (foto: Mentalfloss)
Dream - Banyak yang bertanya-tanya mengapa semua jenis jam selalu menunjukkan pukul 10:10 saat dipajang di toko. Ketika hal ini ditanyakan ke penjual mereka hanya bilang itu sudah diatur dari pabriknya. Tapi mengapa demikian?
Pertama-tama, mari kita luruskan mitos seputar jarum jam yang selalu menunjuk pukul 10:10 itu.
Selama ini banyak yang berpikir bahwa pukul 10:10 itu diatur untuk mengenang Abraham Lincoln, John F Kennedy atau Martin Luther King Jr.
Banyak yang percaya pukul 10:10 itu adalah waktu di mana ketiga tokoh bersejarah itu dibunuh atau meninggal dunia.
© Dream
Dream - Pada kenyataannya, Lincoln ditembak pukul 22:15, dan meninggal keesokan harinya pukul 07:22.
JFK ditembak pukul 12:30 siang dan dinyatakan meninggal setengah jam kemudian. Sementara Martin Luther ditembak pukul 18:01 dan dinyatakan meninggal pada pukul 19:05.
Teori lain mengatakan bahwa 10:10 adalah waktu bom atom dijatuhkan di dua kota Jepang, Nagasaki atau Hiroshima.
© Dream
Dream - Teori lain mengatakan bahwa 10:10 adalah waktu bom atom dijatuhkan di dua kota Jepang, Nagasaki atau Hiroshima.
Dan jam tersebut kemudian diatur untuk mengenang para korban. Bom dengan nama Fat Man sebenarnya dijatuhkan di atas Nagasaki pada pukul 11:02 waktu setempat.
Sementara bom Little Boy dijatuhkan di Hiroshima pada pukul 08:15 waktu setempat.
© Dream
Dream - Jadi mengapa semua jam diatur pada pukul 10:10? Ternyata alasannya hanya sepele, yaitu agar terlihat indah saja. Ternyata posisi jarum pendek di angka 10 dan jarum panjang di angka 2 itu memiliki sejumlah keuntungan. Apa saja keuntungan yang dimaksud?
1. Kedua jarum tidak saling tumpang tindih. Mereka benar-benar terpisah dan jelas terlihat sehingga keindahan jam bisa dinikmati.
2. Penataan jarum yang simetris membuatnya terlihat rapi dan orang-orang suka yang demikian dibandingkan jika jarum jam tidak simetris. Hal ini juga akan mempengaruhi calon pembeli jam.
3. Untuk menampilkan logo jam yang biasanya dicetak di bawah angka 12. Dengan jarum jam diatur pukul 10:10, logo akan terlihat lebih jelas dan semakin menambah indah jam.
4. Elemen tambahan di bagian muka (seperti tanggal dan detik), yang biasanya diletakkan dekat angka 3, 6, atau 9, menjadi terlihat dengan jelas.
Menurut produsen jam Timex, mereka dulunya mengatur jarum jam pada pukul 8:20. Namun jam akan terlihat seperti wajah orang sedang sedih.
Agar produk terlihat 'bahagia', maka jarum jam akan diatur pada angka sebaliknya sehingga terlihat seperti orang yang tersenyum.
Namun 'wajah' jam sedih masih sering kita jumpai, terutama yang menaruh logo di bawah (di atas angka 6). (Ism, sumber: mentalfloss)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya