Alur Pergerakan Jemaah Haji Indonesia Jika Diizinkan Berangkat oleh Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 April 2021 15:00
Alur Pergerakan Jemaah Haji Indonesia Jika Diizinkan Berangkat oleh Saudi
Alur ini disiapkan untuk mencegah penularan Covid-19 selama jemaah melaksanakan haji.

Dream - Kementerian Agama terus menjalankan persiapan pelaksanaan haji 1442H/2021M meski belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi. Sejumlah skenario dan mitigasi disusun untuk mengantisipasi kemungkinan jemaah terpapar Covid-19 jika Saudi sudah memberikan izin keberangkatan.

" Penyelenggaraan haji d masa pandemi memerlukan beberapa penyesuaian, terutama karena diberlakukannya protokol kesehatan," ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Ramadan Harisman, melalui keterangan tertulis.

Kemenag juga telah menggelar Bahtsul Masail Haji di Masa Pandemi yang salah satu hasilnya yaitu alur pergerakan jemaah. Alur ini akan diberlakukan jika nantinya ada pemberangkatan jemaah haji Indonesia.

Ramadan mengatakan penyusunan alur jemaah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan jemaah. Terdapat delapan tahapan yang harus dilalui jemaah selama berhaji nanti.

 

1 dari 3 halaman

Wajib Vaksinasi Covid-19 dan Meningitis

Tahap pertama yaitu jemaah haji wajib divaksin. Vaksinasi yang dimaksud ada dua yaitu Covid-19 dan meningitis.

" Untuk vaksinasi Covid-19, saya berharap Kabid PHU di tiap provinsi harus memastikan jemaah haji yang akan berangkat sudah divaksin. Apalagi saat ini Kemenkes telah menetapkan jemaah haji sebagai kelompok rentan sehingga bisa mendapat prioritas penerima vaksin Covid-19," kata dia.

Tahap pertama, jemaah wajib menjalani karantina di Asrama Haji selama 3x24 jam dengan didahului swab antigen. Pada hari ketiga karantina, jemaah menjalani swab PCR.

Apabila hasilnya negatif, jemaah haji bisa berangkat ke Saudi. Tetapi jika positif akan dilakukan isolasi mandiri di Asrama Haji.

 

2 dari 3 halaman

Karantina di Mekah 3x24 Jam

Tahap ketiga, jemaah wajib menjalani karantina hotel di Mekah. Ramadan mengatakan kemungkinan semua jemaah haji Indonesia tahun ini akan turun di Jeddah.

" Karena kita kemungkinan memberangkatkan hanya sedikit jemaah," kata dia.

Masa karantina di hotel Mekah dijalani dalam 3x24 jam dengan kapasitas satu kamar diisi dua jemaah. Sedangkan di hari terakhir karantina, jemaah haji akan dites swab PCR kembali.

" Jika hasilnya negatif, pada hari ke-4 jemaah bisa melaksanakan umroh. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Mekah," kata Ramadan.

Tahapan keempat, terkait miqat dan protokol kesehatan. Jemaah haji yang akan melaksanakan umroh wajib diberangkatkan menggunakan bus menuju tempat miqat dengan protokol kesehatan ditetapkan Pemerintah Saudi.

Di tahapan kelima, selama di Mekah jemaah melaksanakan umroh wajib dan thowaf ifadhah di Masjidil Haram. Selain itu, jemaah juga diberikan kesempatan ke Masjidil Haram sebanyak tiga kali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

" Ini juga kita akan betul-betul perhatikan, karena saat ini memasuki Masjidil Haram juga perlu memperhatikan ketentuan yang ditetapkan. Seementara pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji akan menyesuaikan dengan ketentuan di Arab Saudi," kata Ramadan.

3 dari 3 halaman

Tidak Ada Sholat Arbain di Madinah

Tahapan keenam, setelah seluruh proses haji di Mekah selesai, jemaah akan diberangkatkan ke Madinah. Tiba di Madinah, jemaah ditempatkan pada hotel-hotel yang telah ditentukan dengan komposisi satu kamar maksimum ditempati dua orang.

Jemaah akan tinggal di Madinah selama tiga hari. Sehingga tidak ada pelaksanaan sholat Arbain.

" Skenario yang kami susun, kalau ada pemberangkatan jemaah haji, tidak akan ada Arbain karena di Madinah hanya tiga hari. Ini perlu diberikan penjelasan kepada jemaah kita," kata Ramadan.

Tahapan ketujuh, pada hari ke-4 jemaah haji akan dipulangkan ke Tanah Air melalui bandara Madinah. Sebelum dipulangkan, jemaah menjalani kembali tes swab PCR.

" Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke Tanah Air. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Madinah," kata Ramadan.

Sedangkan tahapan kedelapan, jemaah haji menjalani tes swab antigen setibanya di Tanah Air. Tes swab antigen akan dilakukan di Asrama Haji.

Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke daerah masing-masing dan melakukan karantina mandiri di rumah. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.

" Kesimpulannya, selama proses penyelenggaraan haji, jemaah dan petugas wajib menerapkan protokol kesehatan, Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta membatasi interaksi dan mobilitas," kata Ramadan.

Beri Komentar