Anggota DPRD Bawa 3 Istri Saat Pelantikan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 29 Agustus 2019 12:00
Anggota DPRD Bawa 3 Istri Saat Pelantikan
Tiga istri membawa berkah dalam pemilihannya.

Dream - Ada kisah menarik dalam pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2019-2024 Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Salah satu anggota Dewan yang dilantik ditemani oleh ketiga istrina.

Adalah Andi Sukma, legislator yang membawa tiga istri tersebut. Ketiga istri politisi Hanura asal Malangke itu terlihat mengenakan busana yang berbeda.

Salah satu istri memakai kebaya dengan renda bunga warna pink. Istri lainnya bergaya kasual tapi rapi. Lengkap dengan hijab.

Di sela-sela pelantikan, mantan Wakil Ketua II DPRD Luwu Utara itu menyempatkan foto bareng istri-istrinya. Salah satu istrinya bertindak sebagai fotografer.

Ini bukan kali pertama Andi Sukma duduk di kursi Dewan. Menurut dia, pada pelantikan periode pertamanya sebagai anggota DPRD Luwu Utara, panitia pelantikan kelabakan karena dia membawa lebih dari satu istri.

1 dari 6 halaman

Istri Banyak Jadi Alasan

Saat itu, panitia hanya menyiapkan 35 kursi untuk istri anggota dewan. Jelas saja kursi yang disiapkan tak cukup karena Andi Sukma membawa lebih dari satu istri.

Dia mengaku sudah empat kali menikah, namun, satu sudah pisah. Menurut Andi, istri banyak membuatnya kembali terpilih di pileg Luwu Utara.

Legislator Partai Hanura sudah tiga kali terpilih menjadi anggota dewan. Bahkan dua kali menjadi pimpinan dewan.

”Semua istri saya berasal dari suku berbeda. Mereka adalah anak tokoh masyarakat,” kata dia.

Sumber: Pojoksatu.id

2 dari 6 halaman

Viral Anggota Baru DPRD Bekasi Tertidur Saat Pelantikan

Dream - Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024, Ibnu Hajar Tanjung, viral di media sosial. Kader Partai Gerindra tersebut muncul di kamera sedang tidur saat acara pelantikan di gedung DPRD Kota Bekasi, Senin, 26 Agustus 2019.

Dari foto Radar Bekasi, yang diunggah ulang di Instagram bekasi_24_jam, Ibnu tampak mendongakkan kepala. Mulutnya terbuka dan matanya terpejam.

" Pak ayo bangun bukan mimpi jadi anggota dewan tapi nyata," tulis seorang warganet.

" Bangun oi, bangun, filmnya udah kelar," kata warganet lain.

Dilaporkan Merdeka.com, Ibnu tak mempermasalahkan fotonya yang sedang tertidur beredar di media sosial. Dia menyebut memang kurang tidur.

 

3 dari 6 halaman

Alasannya

" Biarin saja, memang kurang tidur semalam. Persiapan (pelantikan) di depan rumah juga ada tasyakuran," kata Ibnu.

Pria yang sudah mencalonkan diri sebagai caleg sebanyak tiga kali ini menyebut, siap menjalankan amanah rakyat. Dia mengatakan, akan melakukan tiga fungsi kedewanan, legislasi, budgeting, dan kontrol atas kebijakan pemerintah.

" (Terpilih) ini kan berkat dari perjuangan, dan amanah dari masyarakat. Tentu saya akan memperjuangkan aspirasi di dapil saya, di Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang," kata dia.

Hari ini sebanyak 50 Anggota DPRD Kota Bekasi terpilih periode 2019-2024 dilantik. Berdasarkan data didapat, jumlah ini 30 persen merupakan wajah baru. Ketua DPRD menjadi hak PKS karena menjadi pemenang pemilu.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Adi Nugroho)

4 dari 6 halaman

Anak Loper Koran Lolos Jadi Anggota DPRD

Dream - Tak melulu orang berduit yang bisa menjadi anggota legislatif. Semua orang berhak duduk di kursi parlemen.

Seperti dibuktikan oleh Sibro Malisi, 29 tahun. Anak muda asal Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur ini kemungkinan besar melenggang menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo 2019-2024 dari fraksi Nasdem.

Dia meraup banyak suara dalam Pemilihan Legislatif 2019. Perolehan Sibro bahkan mengalahkan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo yang separtai dengannya.

Dikutip dari Pojokpitu, Sibro sendiri berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Kusnadi, 58 tahun, hanya berprofesi sebagai loper koran.

Sadar tidak punya biaya untuk kampanye, Kusnadi mengazamkan diri membantu perjuangan anaknya melenggang ke kursi DPRD.

5 dari 6 halaman

Sempat Dipandang Sebelah Mata

Dia susuri jalanan berkilo-kilometer untuk menyebarkan stiker dan memasang baner di luar aktivitasnya mengantarkan koran ke pelanggan.

Kusnadi paham betul apa yang dia lakukan mungkin mendapat cacian dari banyak orang. Untuk menghindarinya, pria itu memilih menyebarkan stiker di malam hari.

Perjuangan Sibro dan Kusnadi sempat dipandang sebelah mata. Masih banyak orang menganggap keluarga ini hanya mimpi di siang bolong.

 

6 dari 6 halaman

Perjuangan Ayah Berbuah Bahagia

Dalam pandangan mereka, butuh biaya besar untuk bisa menjadi anggota legislatif. Tentu besarnya biaya itu tidak bisa dipenuhi oleh Sibro yang hanya anak dari loper koran.

Nyatanya, fakta berkata lain. Doa dan perjuangan berpeluh keringat Kusnadi mengantarkan Sibro menjadi wakil rakyat. Sebentar lagi, Sibro akan duduk di kursi parlemen DPRD.

Kusnadi hanya berpesan agar sang anak selalu menjaga amanah sebagai anggota dewan. Selain itu, tetap menjadi diri sendiri.

(Sah, Sumber: Pojokpitu.com)

Beri Komentar