Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori yang meninggal dua tahun lalu masih tak jelas pembuktiannya. Diduga mahasiswa yang meninggal di danau UI itu dibunuh.
Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto sempat menanyakan perkembangan kematian anaknya ke Polresta Depok. Tapi, kata polisi, hingga kini pelaku belum bisa ditemukan.
" Tentang kasusnya kami mengharapkan polisi untuk terus melakukan penyidikan, karena itu memang tugasnya dan makin ditingkatkan," ujar Mardoto, Senin 27 Maret 2017.
Kata Mardoto, dia sempat menghubungi Kapolres Depok Komisaris Besar Harry Heryawan. Saat itu dia menanyakan perkembangan kasus putranya dan meminta izin polisi untuk mengambil barang-barang milik putranya.
" Sabtu kemarin saya didampingi oleh Kasat Reskrim ambil barang-barang itu, soalnya sudah dua tahun tidak ada perkembangan jadi biar keluarga yang merawat barang-barangnya. Kalau pertanyaan pertama belum ada perkembangan," ujar dia.
Dengan demikian, kata Mardoto, pihaknya berharap polisi segera menemukan pelaku pembunuhan anaknya.
" Berharap dengan cepat pelaku dapat ditemukan. Minta doanya ya mas," ujar dia.
© Dream
Dream - Bangunan di Jalan Haji Ahmad, Kukusan, Beji, Depok, berwarna hijau itu tampak hening. Tak tampak aktivitas para penghuni pondokan dua lantai bernama Wisma Widya itu.
Yang terlihat, hanya empat buah motor yang terparkir dan lapangan basket dan pepohonan yang dibasahi sisa-sisa hujan.
Pantauan Dream, dua pintu gerbang berwarna hitam terkunci rapat. Di gerbang yang lebih kecil, berukuran 1x2 meter, sebuah kertas terlaminasi bertuliskan " Ada kamar kosong silahkan hubungi 0817******" tertempel.
Dream mencoba menghubungi nomor itu. Suara tajam di telinga tajam menyambut.
Itulah suara Edi Sukardi, pemilik kamar-kamar kost yang menjadi Tempat Kejadian Perkara meninggalnya Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Indonesia (UI) yang tewas karena tenggelam di danau UI, Kamis, 26 Maret 2015 silam.
Edi mengaku lelah dengan banyaknya wartawan yang menanyainya. Belum lagi, masih sering dipanggil ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan mengenai misteri kematian Akseyna.
" Saya capek mas. Saya takut salah bicara," kata dia saat dihubungi Dream via telepon, Rabu, 2 Maret 2016.
© Dream
Dream - Alasan yang dia kemukanan masuk akal. Sebab, meski sudah hampir setahun, proses penyidikan kematian Akseyna masih terus dilakukan.
" Saya masih bolak-balik ditanyain ke Polda. Semuanya saya serahkan ke sana," ucap Edi.
Di masa proses penyidikan itu, kamar Akseyna yang terletak di bangunan untuk pondokan pria juga dibiarkan seperti ada kalanya.
Barang-barang milik pemuda berusia 17 tahun itu pun masih tersimpan rapat di dalam kamar yang kini dikunci rapat itu.
" Itu urusan keluarga dan Polda saya saja ya tapi," ujar dia.
© Dream
Dream - Beberapa kamar di pondokannya memang sedang kosong. Tapi, itu tidak berhubungan dengan kejadian kematian Akseyna. " Memang ada tujuh atau delapan kamar yang kosong," kata dia.
Melihat lamanya proses penyidikan kepolisian dia berdoa agar kasus kematian Akseyna itu dapat segera terungkap.
" Iya semua kan pengen segera tuntas mas. Tapi, berdoanya bagaimana itu urusan pribadi saya," ucap dia.
Di kamar pondokan yang ditinggalinya, sebelum tewas Akseyna menempalkan kertas yang berisi pesan misterius. Kertas yang ditempelkan di dinding kamarnya itu tertulis, 'will not return for please don't search for existence my apologies for everything eternally'.
© Dream
Dream - Jelang setahun kasus ini terungkap, Kepolisian Polda Metro Jaya sendiri akan berjuang melakukan penyidikan. Bahkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal akan terus mengawal kasus misterius ini.
" Masih terus dilakukan dong, masa berhenti," ujar Iqbal awal Februari lalu.
Menurut dia, kasus Akseyna hingga kini masih dalam proses memperkuat bukti. Tetapi mengenai bukti apa yang dicari, Iqbal tidak bisa menyampaikan.
Lebih lanjut, Iqbal masih akan menyidik surat wasiat yang ditinggalkan Akseyna di kamar pondokannya. Sebab, Iqbal mengatakan masih ada beragam pendapat mengenai surat wasiat itu.
" Surat wasiat. Itu juga masih dalam tahap pembandingkan. Ada pendapat yang bilang iya, ada pendapatan yang bilang bukan," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya