Alquran Braille Digital untuk Tunanetra

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 12 Juni 2019 09:00
Alquran Braille Digital untuk Tunanetra
Tak ingin para tunanetra kerepotan membawa Alquran braille cetak.

Dream - Tunanetra kerap menghadapi tantangan untuk membaca Alquran. Dengan perkembangan teknologi, ilmuwan Arab Saudi, Meshal Al Harasani, mengembangkan mushaf digital untuk membantu tunanetra.

Peneliti dari Universitas King Abdul Aziz ini sejak usia 13 tahun dikenal telah mengembangkan temuan untuk bidang kemanusiaan dan sosial.

" Ini adalah papan elektronik dengan 28 karakter dan setiap karakter memiliki enam huruf Braille, dan halaman papan berisi 28 baris," kata Al-Harasani kepada Arab News.

“ Tunanetra dapat membaca Alquran dengan mudah dan menavigasi halaman dengan mudah karena seluruh Alquran terdaftar di papan tulis,” ucap dia.

Al-Harasani menjelaskan bagaimana mushaf digital akan memudahkan proses membaca Alquran untuk tunanetra dibandingkan dengan versi normal Alqur'an dalam huruf Braille.

“ Tunanetra membaca Alquran huruf Braille dalam enam volume besar yang menyulitkan mereka untuk mencapai halaman, bab atau surat. Membawanya dan menyimpannya juga sulit karena ukurannya,” ucap dia.

1 dari 1 halaman

Ini Inspirasinya

Al-Harasani terinspirasi membuat mushaf digital ketika dia mengunjungi Kompleks Raja Fahd untuk Mencetak Alquran Suci di Madinah.

“ Saya meneliti tentang bacaan Alquran untuk mereka yang berkebutuhan khusus, terutama bagi tunanetra. Dan dari sana, muncul ide untuk membuat mushaf digital bagi para tunanetra,” ujar dia.

Penemuannya masih dikembangkan dan diharapkan akan diluncurkan dalam satu tahun ke depan.

“ Sejauh ini, papan elektronik berisi 28 karakter dan 28 baris untuk menyerap jumlah karakter yang sama seperti halaman-halaman Quran dalam huruf braille. Idenya sekarang dalam tahap pengembangan. Saya dan tim sedang berupaya mengejar pekerjaan itu selangkah demi selangkah dan sesegera mungkin.”

Dalam pengembangan aplikasi ini, Al-Harasani mengatakan, bekerja dengan para tunanetra.

" Saya bekerja dengan sekelompok orang terkemuka, termasuk orang-orang tunanetra, dan inilah yang mendorong saya untuk bekerja lebih keras, ketika saya melihat rasa takjub dan kebahagiaan di wajah mereka ketika mengejar pekerjaan terhormat ini," ucap dia.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting