Awalnya Terpaksa Mualaf, Tapi Lihat yang Terjadi Selanjutnya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 6 Mei 2020 10:01
Awalnya Terpaksa Mualaf, Tapi Lihat yang Terjadi Selanjutnya
Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak.

Dream - Amira, 35 tahun, awalnya memeluk Islam karena terpaksa. Namun setelah menjalani dengan sungguh-sungguh, wanita asal Malaysia itu akhirnya merasa tenang hidupnya.

Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak, termasuk kenalannya, yang mengatakan Islam dapat menyelesaikan isu bangkrut yang membelenggu hidupnya.

Namun, tanpa disangka, hidayah yang datang itu mengubah pandangan serta keyakinan terhadap agama Allah SWT ini. Dia merasa lebih tenang dalam menjalani hidup sejak hampir tiga tahun lalu.

Menurut Amira, dia dinyatakan bangkrut pada 2008 setelah mantan suaminya gagal melunasi angsuran bulanan untuk mobil yang dibeli pada awal 2000.

Katanya, dia merasa tidak punya masa depan saat menerima pemberitahuan dari Departemen Kepailitan Malaysia karena menanggung beban ditinggalkan suami, selain menjaga lima anak secara sendirian setelah bercerai pada 2012.

(Sumber: hmetro.com.my)

1 dari 3 halaman

Iseng-Iseng Ikut Puasa Ramadhan, Wanita Cantik Ini Akhirnya Mualaf

Dream - Bagi Ayesha Siddiqa, 29 tahun, Ramadhan memiliki pesona tersendiri. Bulan suci bagi umat Islam ini telah mengubah hidupnya.

Dia mengenal Islam dan menjadi mualaf setelah belajar berpuasa Ramadhan.

Kisah hidup Ayesha bermula ketika Ramadan tahun 2013 lalu. Ayesha yang berpindah dari India ke Uni Emirat Arab (UEA) ingin merasakan puasa Ramadhan.

Keinginan ini muncul karena Ayeesha melihat beberapa kawannya menjalankan ibadah puasa. Dia lalu mencoba rasanya puasa bersama dengan beberapa temannya.

" Ramadhan sangat spesial bagi saya karena ini adalah hal pertama yang menarik saya mempelajari Islam. Saya tinggal di sini bersama teman-teman saya dan saat Ramadhan tiba, saya melihat mereka sahur, puasa sepanjang hari, berdoa, dan berbuka bersama di waktu senja. Saya tertarik dan kemudian memutuskan untuk berpuasa dengan mereka," kata Ayesha, dikutip dari laman Khaleej Times.

  Ayesha Siddiqa Dan Suaminya Mohammed Umer© Khaleej Times

Sejak perkenalan di bulan Ramadhan itu, cinta Ayesha kepada Islam mulai tumbuh. Dia menyebut perkenalan itu sebagai titik balik.

" Cinta untuk Islam berakar di hati saya selama bulan suci ini empat tahun yang lalu. Meskipun saya memulai berpuasa bukan sebagai pemeluk Islam. Kini merupakan Ramadhan ketiga saya sebagai seorang Muslim, Alhamdulillah," ucap dia bersyukur

2 dari 3 halaman

Ubah Penampilan

Perubahan pertama yang Ayesha rasakan setelah memeluk Islam adalah gaya pakaiannya. Dia mengatakan sejak pertama kali mengenal Islam, dia mengenakan pakaian tertutup dan sopan.

Selama mempelajari Islam, ada kisah menarik yang didapatkan Ayesha. Saat Lebaran tiba, dia mempraktikan gerakan sholat.

" Kesalahan pertama saya ialah tidak tahu apa yang akan dibaca di dalamnya," ucap dia.

Ayesha mengatakan dia telah menjadi orang yang jauh lebih disiplin setelah Ramadhan pertamanya.

" Saya belajar nilai berbagi, merawat orang lain, disiplin waktu selama Bulan Suci."

Setelah Ramadhan selesai, Ayesha mulai membaca dan belajar lebih banyak tentang Islam. Dua bulan setelahnya, Ayesha memeluk Islam.

 

   

3 dari 3 halaman

Terus Mempelajari Islam

Kini prioritas utama Ayesha adalah terus mempelajari Islam. Dia mengatakan akan memperbanyak amalan setiap Ramadhan datang.

" Percayalah, bulan suci Ramadhan adalah bulan di saat doa-doa Anda dijawab. Dahulu saya meminta Tuhan untuk menormalkan hubungan saya dengan keluarga di India. Di lain waktu, saya meminta kepada Allah untuk seorang suami Muslim yang taat dan Alhamdulillah, saya mendapatkannya."

Kini Ayesha telah menikahi pria Pakistan, Mohammed Umer. Mereka merencanakan pernikahan beberapa bulan sebelum Ramadan datang. Ayesha menolak perbedaan visi politik India dan Pakistan yang kerap memanas.

" Muslim adalah Muslim di manapun di seluruh dunia."

Beri Komentar