Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Youssef Menggendong Dua Anaknya Yang Tewas (Sumber: Metro)
Youssef meminta dunia menghentikan serangan menggunakan gas beracun itu.
Dream - Seorang pria terekam kamera sedang menggendong tubuh anak kembarnya yang meninggal dunia akibat serangan gas di Suriah. Pria yang sedang berduka itu bernama Abdul Hamid Youssef.
Dia kehilangan Ahmed serta sang putri, Aiya. Serangan gas beracun pada Selasa, 4 April 2017 itu juga menyebabkan 18 anggota keluarganya, termasuk istrinya, meninggal dunia.
Dari foto yang diunggah laman media Inggris, Metro, Youssef tampak menggendong kedua anaknya yang telah terbungkus kain putih. Warga sekitar yang selamat juga terlihat mengelilingi keluarga tersebut.
Youssef meminta dunia internasional untuk mengutuk orang-orang di balik serangan mematikan tersebut. Sebab, sedikitnya 72 orang tewas dan banyak lainnya yang terluka dalam serangan yang diduga menggunakan gas beracun Sarin.

Sejauh ini, baik intelijen Amerika Serikat maupun pasukan Rusia di Suriah menuduh pasukan pemerintah Presiden Bashar al-Assad berada di balik serangan gas beracun itu. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mendukung pernyataan tersebut dengan mengklaim serangan gas beracun dilakukan pesawat tempur milik militer Suriah.
Sarin adalah gas saraf buatan manusia yang menyebabkan rasa sakit yang menyiksa tak terbayangkan. Sarin tidak dapat dilihat atau dirasa. Gas beracun ini mudah diserap tubuh hanya dengan terpapar saja.