#BeGood: Bersama Melawan Corona

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 20 Maret 2020 19:30
#BeGood: Bersama Melawan Corona
Semua bisa berkontribusi. Bersama-sama melawan virus corona. Semua bisa jadi pahlawan untuk kebaikan.

Deam – Berhazmat putih. Tertutup, dari pucuk kepala sampai ujung kaki. Wajah bermasker. Tersisa bagian mata dengan kulit penuh kerut. Tatapan kuyu. Lelah.

Pria dalam foto itu adalah Handoko Gunawan. Dokter ahli paru. Kisahnya viral. Menyeruak di tengah riuh pandemi corona. Dari ruang kerja itu, dia siap tempur. Berjuang melawan virus corona jenis baru. Covid-19.

Membaca cerita Handoko seperti berjumpa kobaran semangat. Tengoklah dinding Facebook Noviana Kusumawardhani, orang pertama yang mengunggah kisah itu. Anda bakal melihat keberanian dokter di Grha Kedoya ini.

Handoko memang sudah senja. Hampir 80 tahun. Tubuh boleh saja ringkih termakan usia. Tapi tekadnya kuat. Dia masih sanggup berdiri di garis depan. Terjun langsung merawat pasien terinfeksi virus corona.

“ Anak-anaknya sudah saranin jangan ikut terjun karena sudah tua, tapi katanya kalau dia mati juga tidak apa-apa,” tulis Noviana di Facebook.

 Dokter Handoko Gunawan© Facebook Noviana Kusumawardhani

Sebagai spesialis paru, nurani Handoko terpanggil. Larangan keluarga tak digubris. Niat sudah bulat. Dia tetap kerja, bahkan hingga pukul tiga dinihari. Meski akhirnya harus rebah di ranjang perawatan. Sakit.

1 dari 3 halaman

Semua negara memang sedang berjibaku. Kalang kabut melawan corona. Tak kecuali Indonesia. Virus dari Wuhan, China, itu sudah menjangkiti 160 negara. Sebanyak 244.601 orang di sekujur Bumi terinfeksi, 10.032 meninggal, dan 86.033 sembuh. Jumlah korban terus bertambah. Sangat cepat.

Di Indonesia, kasus perdana diumumkan 2 Maret 2020. Disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi. Virus itu menjangkiti dua warga Depok, Jawa Barat. Ibu dan anak. Mereka kontak dengan pria Jepang, yang dinyatakan positif terinfeksi corona setelah tiba di Malaysia.

Pemerintah tak tinggal diam. Langsung melakukan tracing. Melacak interaksi. Dipetakan dalam klaster. Tapi kasus infeksi terus muncul. Bak cendawan di musim hujan. Pasien terus bertambah, tersebar di penjuru negeri. Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, semua ada. Terbanyak di Jakarta.

Virus tak pandang bulu. Bisa menyerang siapa saja. Laki, perempuan. Tua dan muda. Rakyat jelata hingga pejabat negara. Semua bisa tertular. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, masih dirawat. Terbaru, Bima Arya Sugiarto. Walikota Bogor itu dinyatakan positif terinfeksi.

      View this post on Instagram    

• Warga Bogor yang sangat saya cintai. Hasil test menunjukan saya positif Covid19. Mohon doanya dan doa saya untuk semua, agar diberi kesehatan selalu. Insya Allah kita berjuang bersama hadapi Corona ini. Ikuti himbauan pemerintah. Jaga diri dan jaga jarak. Lets fight and hope for the best! Tetap optimis!

A post shared by Bima Arya (@bimaaryasugiarto) on

 

Hingga Jumat sore 20 Maret, tercapat 369 orang terpapar Covid-19 di Indonesia, 32 meninggal dunia, dan 17 lainnya sembuh. Itu informasi terbaru. Data yang dilaporkan hingga Jumat sore, 20 Maret 2020. Angka terus berubah. Kian hari terus bertambah. Ini baru awal.

Tak mudah memang. Virus corona masih sulit dijinakkan. Hingga Kamis, sepuluh negara melakukan lockdown. Menutup kota, hingga negara. Kebanyakan di Eropa.

Indonesia lebih memilih social distancing. Masyarakat diimbau tetap tinggal di rumah. Menghindari kerumunan. Interaksi dibatasi. Sekolah libur. Pegawai berkantor di kediaman. Tempat ibadah juga ditutup. Semua untuk menekan penyebaran virus corona.

“ Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Jokowi, Minggu 15 Maret 2020.

Pemerintah menyiapkan 227 rumah sakit: 109 milik Tentara Nasional Indonesia, 53 di bawah pengelolaan Polri, dan 65 lainnya dalam naungan Badan Usaha Milik Negara. Rumah sakit swasta juga dilibatkan.

Wisma Atlet bekas Asian Games disulap sebagai pusat karantina pasien terinfeksi corona. Belakangan, Jokowi memerintahkan rapid test massal untuk mendeteksi siapa saja yang terpapar virus corona.

“ Kepada seluruh rakyat Indonesia tetap tenang, tidak panik, tetap produktif, dan waspada Covid-19,” pesan Jokowi dalam pidato pekan lalu itu.

Pesan Jokowi itu bisa dilihat pada sosok Handoko. Waspada harus. Tapi dokter pengalaman sebagai ahli paru selama 39 tahun itu tidak takut. Dia berani. Membantu pasien melawan virus corona.

2 dari 3 halaman

Pemerintah tidak sendiri. Dokter Handoko bukan satu-satunya orang yang peduli. Mari kita kunjungi Instagram Mesty Ariotedjo. Model sekaligus dokter spesialias anak. Dia mengunggah potret rekan sejawat yang mengurus pasien Covid-19.

Lihat foto dokter yang diunggah lewat akun @mestyariotedjo itu. Semua serba tertutup. Kepala terbungkus plastik hitam. Mata bergoogle. Mulut dan hidung berlapis masker putih. Model N95.

 Dokter yang menangani pasien virus corona© Instagram @mestyariotedjo

Badan berselubung plastik kuning. Mulai bahu hingga lutut. Tangan berselungkup sarung karet putih. Lihat pula kedua kaki. Dibebat plastik hitam.

Tapi itu bukan setelan jas hazmat. Bukan alat pelindung diri standar. Jelas tak layak. “ Rekan sejawat memakai alat tempur yang sangat tidak layak, kantong plastik sampah,” tulis Mestya.

Miris. Tenaga medis berjuang di garis paling depan. Bertaruh nyawa. Tapi tanpa pelindung memadai. Mereka rawan tertular.

“ Semua sejawat bekerja keras semampunya, bahkan membahayakan diri mereka sendiri,” tambah Mestya.

Lihat pula kicauan @mitha386. Dia menulis pengalaman memindahkan pasien Covid-19 ke ruang isolasi. Dia menulis betapa tidak nyamannya mengenakan alat pelindung diri selama hampir lima jam.

“ Baju dalam basah, kepala sakit karena rekatnya tali masker N95,” tulis dia.

 Twiter anggota tim medis© Twitter @mitha386

Melalui cuitan itu pula dia menyampaikan salam kepada rekan sejawat yang harus bekerja selama 12 jam. Khusus menjaga ruang isolasi. “ Kalian hebat teman, stay safe.”

3 dari 3 halaman

Tak hanya tim medis, para pesohor juga bergerak. Artis, selebgram, YouTuber, hingga netizen biasa, ramai menggalang dana. Dan, semua berbondong memberi donasi.

Lihatlah kampanye Rachel Vennya di kitabisa.com. Donasi datang bak air bah. Tak butuh 24 jam, dana Rp1 miliar lebih terkumpul. Target Rp2 miliar pun dinaikkan jadi Rp5 miliar. Hingga Jumat sore, wanita berhijab itu telah mengepul Hingga Jumat sore, dana Rp5,1 miliar terkumpul dari 85.687 donatur. Melewati target. Hanya tiga hari saja.

“ Aku merinding, jujur aku enggak nyangka walaupun memang ada di pikiran aku akan besar,” ujar Rachel dalam video Instagram dengan follower 4,4 juta itu.

 Rachel© Instagram @rachelvennya

Wanita 25 tahun ini prihatin melihat petugas medis, semacam dokter Handoko. Maklum, mereka sangat berisiko tertular virus corona. Orang-orang di garis paling depan itu selalu kontak dengan pasien Covid-19.

“ Risiko pekerjaan mereka sangat tinggi demi melindungi kita semua,” tulis Rahel dalam kampanye penggalangan dana.

Dia mengaku terharu melihat pengorbanan mereka. Tapi, haru saja tak cukup. Dia tidak bisa berpangku tangan. Rachel ingnn membantu semampunya. “ Makanya aku buat galang dana ini,” tambah dia.

Rachel terus memperbarui informasi perolehan dana lewat Instagram. Dia juga menyumbang alat pelindung diri. Seribu hazmat. Hazardous material suit. Rachel menyebar seribu hazmat ke 82 rumah sakit rujukan Covid-19.

“ Semoga teman-teman bisa melanjutkan kebaikan, tanpa membandingkan satu sama lain, dan lebih kepada empati terhadap situasi yang sedang berjalan saat ini,” tulis dia.

Lihat pula Arief Muhammad. YouTuber muda ini membuat kampanye “ Melawan COVID-19: Dana Darurat Untuk Masyarakat”. Seperti Rachel, kampanye Arief diserbu donatur. Tak butuh sehari semalam, dana Rp1,6 miliar terkumpul. Sehari kemudian, jumlah itu mencapai Rp2 miliar. Dari 36.324 penyumbang.

Seperti kebanyakan orang, pemuda 29 tahun ini juga resah. Dia prihatin dengan nasib rakyat kecil yang tak mampu ke rumah sakit. Jangankan berobat, cek virus corona saja banyak orang yang tidak sanggup.

Karena itulah dia menggalang donasi untuk memberi “ subsidi” silang kepada orang-orang kecil. “ Gue mau mengajak kalian menyisihkan sedikit rezeki untuk bantu ngelindungin masyarakat kecil dari virus corona,” tulis Arief dalam kampanyenya.

Maia Estianty tak ketinggalan. Dia mengepul sumbangan dari teman-temannya. Mengirim alat pelindung diri ke berbagai rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

“ Satu rupiah akan sangat berarti. Allah yang akan membalas,” tulis Maia di Instagram.

Selain mereka masih banyak lagi. Ada Atta Halilintar, Andovi da Lopez, hingga Elsya Sandria. Mereka ramai-ramai menggalang dana untuk melawan virus corona.

 Dokter© Instagram @m.bahrunnajach

Tak hanya dokter. Bukan cuma perawat. Atau mereka yang “ berfollower” saja. Kita semua bisa membantu memerangi virus corona. Bacalah pesan petugas medis di atas, yang bertebaran di media sosial.

Mereka minta kita mematuhi imbauan pemerintah. “ Kami tetap bekerja untuk kalian. Kalian tetap di rumah untuk kami.”

Imbauan itu memang terlihat sederhana. Tapi sangat penting untuk menghentikan penyebaranCovid-19. Semua bisa berkontribusi. Bersama-sama melawan virus corona. Semua bisa jadi pahlawan untuk kebaikan.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis