Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menko Polhukam Mahfud MD Dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Foto: Instagram@mohmahfudmd)
Dream - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkap adanya transaksi mencurigakan yang diduga terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jumlah transaksi yang tersebut dilaporkan mencapai Rp300 Triliun.
Informasi ini disampaikan Mahfud saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Awalnya, Mahfud membahas soal transaksi mencurigakan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo yang mencapai Rp 500 miliar.
Transaksi diduga mencurigakan yang dilakukan Rafael kini sudah mulai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, telah masuk ke proses penyelidikan.
" KPK sudah mulai menyelisik satu-satu, kemudian saya juga sudah menyampaikan laporan lain di luar yang Rp 500 miliar," ujar Mahfud di UGM Yogyakarta, Rabu 8 Maret 2023.
Namun Mahfud mendadak menyebutkan adanya transaksi janggal lain, selain transaksi Rp500 miliar Rafael Alun. Transaksi diduga terjadi di lingkungan Kemenkeu kali ini mencapai nilai Rp300 Triliun.
Transaksi itu mayoritas terjadi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kemenkeu.
" Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan. Itu yang hari ini," kata Mahfud.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana membenarkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md terkait adanya transaksi tersebut.
Ivan menyebut, laporan hasil analisis terkait sudah ia sampaikan ke pihak Kemenkeu sejak 2009.
" Sudah kami serahkan ke Kemenkeu sejak 2009 sampai 2023," ujar Ivan saat dikonfirmasi, Rabu 8 Maret 2023.
Mahfud menyayangkan pihak Kemenkeu tidak langsung mengambil tindakan terkait laporan PPATK tersebut. Berdasarkan pada 160 laporan sepanjang 2009 hingga 2023, terdapat transaksi mencurigakan yang melibatkan sekitar 460 orang.
Menurutnya, ini bukanlah kali pertama kejanggalan transaksi ditindaklanjuti karena telah ramai di publikasi, seperti saat KPK mengungkap mantan pejabat pajak Angin Prayitno Aji.
“ Tapi, sejak tahun 2009. Karena laporan tidak diupdate, tidak direspons. Kadang kala respons itu muncul sesudah menjadi kasus. Kayak yang Rafael, Rafel itu kasus sudah dibuka, lho ini sudah dilaporkan dulu kok didiemin, baru sekarang. Dulu Angin Prayitno, sama. Enggak ada yang tahu sampai ratusan miliar, diungkap oleh KPK, baru dibuka," kata Mahfud Md.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam