Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Www.wittyfeed.com)
Dream - Saat masih sekolah, siapa sih yang tidak pusing berhadapan dengan soal-soal matematika? Hampir semuanya mungkin pernah dibuat angkat tangan ketika menemukan soal matematika yang rumit bin sulit.
Mungkin hanya dua jenis soal matematika saja, seperti penjumlahan dan pengurangan, yang masih dianggap gampang.
Namun apakah Anda yakin bisa mengerjakan soal penjumlahan yang satu ini? Soal tersebut hampir sama dengan soal ketika duduk di bangku SD. Namun ada sedikit keanehan.
Di baris pertama, sudah diketahui bahwa 1+4 adalah 5. Tapi bagaimana dengan soal-soal berikutnya? Di situ ditulis 2+5=12, kemudian 3+6=21. Jika demikian, berapa 8+11?
Yang pasti hasilnya bukan 19, tapi.....
© Dream
Dream - Yang pasti hasilnya bukan 19 karena soal-soal sebelumnya juga memperlihatkan hasil penjumlahan yang tidak sesuai dengan bilangan penjumlahnya. Orang sekelas profesor pun dibuat pusing dengan soal semacam ini.
Ternyata untuk menjawab soal semacam ini dibutuhkan logika, dan kemampuan melihat pola pada soal dan jawaban.
© Dream
Dream - Dengan mengikuti triks tersebut, maka penyelesaian dari soal-soal tersebut bisa dilihat di bawah ini.
1 + 4 = 5
2 + 5 + 5 = 12
3 + 6 + 12 = 21
8 + 11 + 21 = 40
Jika melibatkan perkalian, maka ketiga soal tersebut bisa diselesaikan dengan cara berikut meski untuk soal 8+11 memberikan hasil yang tidak sama.
1 + (1 x 4) = 5
2 + (2 x 5) = 12
3 + (3 x 6) = 21
8 + (8 x 11) = 96
Jadi, cara manakah yang benar? Ternyata matematika memang rumit bin sulit.
(Sumber: wittyfeed.com)
© Dream
Dream - Sebuah soal ujian yang dirancang untuk murid tahun Kedua (sekitar usia 6 tahun) membuat para orangtua garuk-garuk kepala.
Dalam soal tentang ejaan, tanda baca dan tata bahasa itu, murid-murid hanya perlu memberi centang pada jawaban yang benar.
Namun ketika membaca salah satu soal dan pilihan yang harus dicentang, murid-murid, bahkan para orang tua sekalipun, akan bingung menjawabnya.
Soalnya seperti ini:
Centang kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di bawah ini.
Kami akan pergi ke bioskop _____ taman hari ini?
Pilihan jawaban dari soal tersebut terdiri dari 'atau', 'tapi' dan 'dan'. Mungkin kita bisa menyingkirkan kata 'tapi', karena jika dimasukkan, arti kalimatnya menjadi janggal.
Namun jika kita masukkan 'dan' atau 'atau' maka kalimat itu akan terdengar masuk akal. Yang menjadi masalah di sini adalah, beberapa murid yang menjawab 'dan' tetap disalahkan.
Salah satu orang tua murid yang protes adalah Fiona Pullen yang mengungkapkan kekesalannya di Twitter.
" Lagi-lagi ujian yang tak masuk akal. Putriku di kelas Tahun Kedua disalahkan karena menjawab 'dan'. Sekolah ini dibayar mahal untuk mengadakan ujian ini. Seharusnya kalian memeriksa soal-soal secara lebih teliti. Aku tidak menyalahkan para guru - putriku hanya mengikuti skema soal."
Pullen kemudian bertanya kepada Sekretaris Pendidikan Inggris, Nicky Morgan, dengan mengirim tweet kepadanya.
" Bisakah Anda tunjukkan mengapa jawaban 'dan' salah?"
Sampai saat ini Morgan belum memberikan jawaban kepada Pullen. Namun seorang netizen mencoba meredam ketegangan dengan membuat lelucon tentang jawaban 'dan' yang dianggap salah.
" @fiona752 @MichaelRosenYes Tapi pergi ke bioskop 'dan' ke taman dalam satu hari membuat putri Anda tidak punya waktu untuk belajar ujian ini," tulis @acolourfulgirl.
Sementara kampanye Let Our Kids Be Kids menyuarakan keprihatinan terhadap sistem pendidikan yang lebih mementingkan hasil ujian dan rangking, daripada sistem pembelajaran yang menyenangkan bagi pelajar.
(Ism, Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya