Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Blake Ross
Dream - Bagi Anda pengguna internet tentu tak asing lagi dengan browser Firefox. Aplikasi yang berlambang rubah api itu kian populer digunakan para pecinta dunia maya.
Pemuda asal Miami merupakan orang di balik kesuksesan Firefox. Usianya yang terbilang muda saat menciptakan aplikasi browsing yakni 19 tahun. Blake Ross bersama teman-temannya merancang Firefox dengan sedemikian rupa hingga memudahkan penggunanya.
Sejak usia 10 tahun Blake sudah menyukai teknologi dan mencoba-coba membuat website pertamanya melalui American Online. Bayangkan saja saat usianya menginjak 14 tahun, Balke sudah magang di sebuah perusaahan ternama di Netscape Communications Corporation.
Bersama Dave Hyatt dan Joe Hewitt, Blake mulai mengembangkan aplikasi browser Firefox pada tahun 2002. Lulusan Stanford University ini bisa bernapas lega karena Firefox berhasil mensejajarkan posisinya diantara browser lainnya seperti Mozila. Pengguna Firefox sekiranya ada 450 juta orang diseluruh dunia terutama Indonesia, Iran, Jerman dan Polandia.
Kini Blake dan teman-teman sudah menikmati hasil jerih payah mereka. Tak tanggung-tanggung kisaran USD 150 juta kini digenggam pria kelahiran 12 Juni 1985 ini.
Hubungan kerjasama pun terus dilakukan Blake demi mensukseskan Firefox, misalnya saja kerja sama dengan Facebook yang sangat menguntungkan bahkan ia sempat menjabat sebagai Director of Product di Facebook.
Kecintaan Blake pada dunia teknologi tak serta merta karena tuntutan uang semata, ia mengaku sangat menggilai serta terus ingin mengembangkan dunia teknologi.
" Saya senang menjalani pekerjaan saya dan bukan karena uang semata. Kesuksesan Firefox juga berkat relawan dari open source Mozila. Saya pastikan Firefox akan selamanya gratis" , ungkap Blake.
Sumber: Mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya