Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
TKW Di Saudi Dianiaya (Saudi Gazette)
Dream - Kisah pilu tenaga kerja wanita di Arab Saudi seolah tak kunjung henti. Banyak di antara perantau lintas negara itu disiksa. Pengalaman pahit itu kini menimpa seorang pembantu rumah tangga berusia 45 tahun di Najran, provinsi di wlayah selatan Saudi.
Dikutip Dream dari laman Saudi Gazette, Kamis 27 November 2014, perempuan itu disiksa oleh seorang juragannya. Beruntung, perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu bisa melarikan diri dan ditolong oleh keluarga yang menjadi tetangga sang majikan pada Senin yang lalu.
Tetangga baik hati itu, Abu Saleh –yang baru sebulan tinggal di sebelah rumah tempat pembantu itu bekerja– mengaku beberapa kali mendengar teriakan. “ Mulanya, kami mengira mereka memiliki masalah keluarga dan kami tidak ingin ikut campur,” tutur Saleh.
“ Kemudian pembantu itu datang ke rumah kami dengan memanjat tembok pembatas di antara rumah kami,” tambah dia.
Saleh menambahkan, pembantu malang itu kemudian mengetuk pintu rumahnya. Semula Saleh tak berniat membuka pintu. Sebab, mereka masih penghuni baru yang belum kenal siapapun. Sehingga berpikir tak mungkin ada orang yang bertamu.
“ Ketika pembantu itu mengetuk pintu kami, dia menangis dan mengatakan disiksa dan dia belum makan tiga hari,” tutur Saleh. Keluarga Saleh pun memberi makanan. Pembantu itu dengan lahap menyantapnya.
Pembantu itu juga mengaku tangan dan pungungnya dibakar oleh majikan. Setelah mendengar cerita sang pembantu, keluarga Saleh memangil polisi untuk menangani kasus ini.
Polisi dan petugas Bulan Sabit Merah segera datang ke rumah Saleh. Mereka segera merawat pembantu itu, dan majikan yang melakukan penyiksan itu ditangkap.
Polisi meminta sang majikan membayar tunggakan upah untuk sang pembantu. Setelah tuntutan itu dipenuhi, juragan majikan pria itu pun dilepaskan. Dan pembantu malang itu menjalani roses pemulangan ke negaranya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya