Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: The Vocket
Dream - Merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 yang kini telah menewaskan lebih dari 1800 orang menimbulkan berbagai spekulasi.
Tidak sedikit yang curiga kemunculan wabah ini sudah dirancang sebelumnya.
Mengutip The Vocket, baru-baru ini media sosial diramaikan dengan cuitan pengguna Twitter yang membahas sebuah buku fiksi berjudul " The Eyes of Darkness" .
Menariknya, buku yang diterbitkan pada 1981 atau 39 tahun yang lalu itu menceritakan tentang virus yang juga berasal dari Wuhan, dinamai Wuhan-400.
Dalam buku dikatakan virus itu memang sangaja dibuat sebagai senjata biologis.
Menurut ilmuan yang memimpin penelitian Wuhan-400 bernama Li Chen, senjata kimia paling berbahaya ada di pusat-pusat penelitian di China.
Selain itu, tertulis juga virus bakal mewabah melalui hewan sebelum akhirnya menginfeksi manusia.
Pusat studi virus dalam buku itu pun memiliki ciri yang sama dengan Wuhan Institute of Virology, yang terletak hanya 32km dari lokasi pertama Covid-19 ditemukan.
2/9 #coronavirus
Dean Koontz, in his 1981 novel “ The Eyes of Darkness” mentioned China created a super virus “ Wuhan-400”by a scientist called Li Chen in a research lab outside Wuhan to destroy a city or a nation.
In reality, the scientist is Zhengli Shi, the lab is P4!OMG???? pic.twitter.com/XsI0wvppH1— ???? (@htommy998)February 10, 2020
Prediksi tentang virus yang menyerang sistem pernapasan itu juga tertulis dalam buku berjudul End of Days: Predictions and Prophecies About the End of the World.
Buku itu menyebutkan penyakit seperti pneumonia akan tersebar ke seluruh dunia pada 2020.
Pengarang buku Amerika, Sylvia Browne, mungkin telah meramalkan tentang Covid-19 dalam buku yang ditulis bersama Lindsay Harrison (End of Days: Predictions and Prophecies About The End Of The World) yang diterbitkan 12 tahun yang lalu.#coronavirus #covid #prophecy #prediction pic.twitter.com/V4hFvCgzpk
— KamekOrangSarawak (@OrangSarawakk)February 17, 2020
Buku itu sendiri ditulis oleh Lindsay Harrison pada 2008. Kedua buku ini sontak menarik perhatikan khalayak. Bagaimana pendapatmu? Apakah ini sebuah kebetulan, atau sebaliknya?
Dream - Video mengenai penanganan pasien dan kondisi rumah sakit di China terus beredar di media sosial. Bahkan sejumlah akun media sosial dari Indonesia turut menyebar video kondisi rumah sakit.
Salah satu akun yang turut menyebar video kondisi rumah sakit, yang diklaim di China, yaitu @makassar_iinfo.
Akun itu menampilkan keterangan, " Suasana mencekam sebuah rumah sakit di wuhan terekam kamera, mayat korban virus Corona tergeletak di lantai rumah sakit."

Dalam video tersebut, tampak dua kantong mayat yang tergeletak di lantai rumah sakit. Sementara itu, di sudut ruangan lain, tampak dua mayat yang tergeletak di kursi ruang tunggu.
Bungkusan yang diduga mayat-mayat itu belum dievakuasi ke tempat yang layak.
Berdasarkan unggahan penulis blog, Jennifer Zeng, video itu dibuat direkam secara langsung di sebuah rumah sakit di Wuhan pada 4 Februari 2020.
" Disyuting langsung di sebuah rumah sakit di Wuhan pada 4 Februari 2020," tulis Jennifer di Twitter-nya. Kendati begitu, lanjut Jennifer, video itu masih perlu diklarifikasi detailnya.
Rekaman mengenai kondisi mayat di rumah sakit memicu reaksi dari otoritas China.
Seorang warganet yang diduga bernama Fang Bin dilaporkan melihat kondisi serupa dalam video rekaman tersebut. Dia juga melihat beberapa jenazah ditumpuk dan dibawa menggunakan mobil.
Bin bahkan merekam kejadian di rumah sakit. Termasuk para penderita virus Corona Wuhan terbaring di bangsal sebuah rumah sakit.
Dilaporkan Mirror, Bin merekam sejumlah petugas pakaian pelindung memasukkan kantong mayat ke dalam bus.
Usai aksinya merekam video, Bing dilaporkan dibawa petugas kembali ke flatnya. Bin kemudian diperiksa karena dikhawatirkan terinfeksi virus Corona.
Dilaporkan, beredarnya video semacam ini menambah beban pemerintah China untuk membuka informasi mengenai kondisi pasien yang terjangkit virus Corona Wuhan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya