Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Takut Diamuk Massa, Sopir Bus Maut Sukabumi Kabur

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 10 September 2018 14:02
Takut Diamuk Massa, Sopir Bus Maut Sukabumi Kabur
Sopir ditemukan pada jarak 2 kilometer dari lokasi jatuhnya bus.

Dream - Sebuah bus pariwisata masuk ke dalam jurang setinggi 25-30 meter di turunan letter S, Kampung Bantarselang, Sukabumi. Insiden maut yang terjadi akhir pekan lalu menewaskan 21 orang dan menyebabkan 17 lainnya luka-luka.

Kanit Laka Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Nandang Herawan, memastikan bus itu dikemudikan oleh Muhammad Adam. Sang sopir ditemukan di sungai berjarak 2 kilometer dari lokasi dalam keadaan lemas, diduga berusaha kabur.

Nandang mengatakan Adam ditemukan pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat menjalani pemeriksaan, awalnya Adam mengaku sebagai kernet.

" Tapi hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan mengaku mengendarai bus saat terjun ke jurang," ujar Nandang, dikutip dari Liputan6.com, Senin 10 September 2018.

Bus pariwisata milik PO Jakarta Wisata Transport itu memiliki dua awak yaitu Adam dan Fahrudin yang dikenal dengan nama Jahidi atau Buyung. Fahrudin masuk dalam daftar korban yang meninggal dunia.

 

1 dari 2 halaman

Alasan Kabur

Dream - Menurut Nandang, bus itu awalnya disopiri oleh Fahrudin. Sementara Adam berposisi sebagai kernet.

" Kalau dari Bogor, memang yang nyopir itu Jahidi. Tapi setelah masuk jalur Cikidang, diganti sama Adam," ucap Nandang.

Selanjutnya, Nandang menjelaskan Adam kabur beberapa saat setelah kecelakaan. Saat diperiksa, dia mengaku takut diamuk massa.

Selanjutnya, Adam hanya berdiam di pinggir sungai di Kampung Bantarselang usai kabur. Saat ditemukan, Adam mengalami sejumlah luka.

" Yang bersangkutan mengalami luka patah tulang kanan, dan baret di dahi serta kaki," kata Nandang.

 

2 dari 2 halaman

Kejadian Sebelum Kecelakaan

Dream - Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Adam mengatakan bus yang dia kemudikan sempat dua kali mogok selama perjalanan. Ada kerusakan yang menyebabkan kebocoran oli.

" Bus tidak bisa dikendalikan hingga akhirnya masuk ke jurang," kata Nandang.

Bus maut itu membawa rombongan karyawan PT Catur Putera Grup, Bogor menuju tempat wisata arung jeram. Pemandu sempat memberitahukan kondisi medan di Jalan Cikidang sebelum bus berangkat.

Bus sempat mendapatkan panduan dari seorang pemandu yang mengendarai sepeda motor. Tetapi, bus justru melaju mendahului motor pemandu.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Mulvi Mohammad)

Beri Komentar