Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Polisi Sampai Tes DNA Buru Pencuri Yogurt, Tertangkap?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Desember 2018 10:01
Polisi Sampai Tes DNA Buru Pencuri Yogurt, Tertangkap?
Bukannya diapresiasi karena menganggap kasus ini penting, malah jadi bulan-bulannya warganet.

Dream – Polisi di Taipei menjadi tertawaan warganet belum lama ini. Aparat penegak hukum di negara ini dituduh membuang-buang uang pembayar pajak untuk menyelesaikan kasus-kasus sepele.

Salah satu yang jadi sorotan adalah saat kepolisian Taipei menghabiskan anggaran 18 ribu dolar Taiwan, sekitar Rp8,49 juta, untuk melakukan tes DNA.

Biasanya tes yang cukup rumit ini dilakukan untuk mengungkap hal-hal penting. Namun kepolisiannya ini menggunakan anggaran jutaan rupiah itu untuk mencari pelaku yang meminum yoghurt seharga US$2 (Rp29.157).

Dikutip Dream dari Oddity Central, Senin, 17 Desember 2018, cerita ini berawal dari seorang wanita di Taiwan yang berbagi rumah dengan lima wanita lain. Kelima wanita ini belajar di perguruan tinggi di Taipei, Taiwan.

Bulan lalu, wanita ini mendapati salah satu botol yoghurt-nya kosong dan berada di tempat sampah.

Dia memanggil lima wanita yang tinggal bersamanya. Tak ada satu pun yang mengaku. Kesal dan marah, pemilik yoghurt ini mengadu ke polisi dan meminta pelaku ke pengadilan.

Di sebagian besar tempat lain di seluruh dunia, petugas polisi hampir pasti mengatakan bahwa itu bukan masalah polisi. Atau, pelapor malah diomeli karena membuang waktu.

Tapi, polisi di Taipei berkomitmen untuk menyelesaikan kasus kejahatan apa pun, tak peduli salah atau tidak. Mereka menerima pengaduan dan mulai menyelidikinya.

1 dari 1 halaman

Viral karena Tes DNA

Polisi meminta lima teman pelapor tentang botol yoghurt dan kelimanya membantah. Tak ditemukan sidik jari di botol, polisi memutuskan tes DNA forensik kepada 5 wanita dan pelapor. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang berbohong.

Menurut TVBS News, kepolisian Taipei menghabiskan 18 ribu dolar Taiwan untuk peralatan penyelidikan forensik, reagen, dan sentrifugal untuk enam tes DNA demi menemukan “ pencuri”. Tak jelas apakah mereka berhasil menemukan pelaku.

Sikap polisi ini menarik perhatian publik dan menjadi viral. Warganet menertawakan dan memarahi polisi karena telah membuang-buang anggaran untuk kasus sepele.

Bahkan, sumber dari polisi menyebut penanganan kasus ini sama dengan menembak burung dengan meriam. Tidak sejalan dengan proporsionalitas. 

Beri Komentar