Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Di Taipei Mencari Pelaku Pencuri Yogurt (Foto: Shutterstock)
Dream – Polisi di Taipei menjadi tertawaan warganet belum lama ini. Aparat penegak hukum di negara ini dituduh membuang-buang uang pembayar pajak untuk menyelesaikan kasus-kasus sepele.
Salah satu yang jadi sorotan adalah saat kepolisian Taipei menghabiskan anggaran 18 ribu dolar Taiwan, sekitar Rp8,49 juta, untuk melakukan tes DNA.
Biasanya tes yang cukup rumit ini dilakukan untuk mengungkap hal-hal penting. Namun kepolisiannya ini menggunakan anggaran jutaan rupiah itu untuk mencari pelaku yang meminum yoghurt seharga US$2 (Rp29.157).
Dikutip Dream dari Oddity Central, Senin, 17 Desember 2018, cerita ini berawal dari seorang wanita di Taiwan yang berbagi rumah dengan lima wanita lain. Kelima wanita ini belajar di perguruan tinggi di Taipei, Taiwan.
Bulan lalu, wanita ini mendapati salah satu botol yoghurt-nya kosong dan berada di tempat sampah.
Dia memanggil lima wanita yang tinggal bersamanya. Tak ada satu pun yang mengaku. Kesal dan marah, pemilik yoghurt ini mengadu ke polisi dan meminta pelaku ke pengadilan.
Di sebagian besar tempat lain di seluruh dunia, petugas polisi hampir pasti mengatakan bahwa itu bukan masalah polisi. Atau, pelapor malah diomeli karena membuang waktu.
Tapi, polisi di Taipei berkomitmen untuk menyelesaikan kasus kejahatan apa pun, tak peduli salah atau tidak. Mereka menerima pengaduan dan mulai menyelidikinya.
Polisi meminta lima teman pelapor tentang botol yoghurt dan kelimanya membantah. Tak ditemukan sidik jari di botol, polisi memutuskan tes DNA forensik kepada 5 wanita dan pelapor. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang berbohong.
Menurut TVBS News, kepolisian Taipei menghabiskan 18 ribu dolar Taiwan untuk peralatan penyelidikan forensik, reagen, dan sentrifugal untuk enam tes DNA demi menemukan “ pencuri”. Tak jelas apakah mereka berhasil menemukan pelaku.
Sikap polisi ini menarik perhatian publik dan menjadi viral. Warganet menertawakan dan memarahi polisi karena telah membuang-buang anggaran untuk kasus sepele.
Bahkan, sumber dari polisi menyebut penanganan kasus ini sama dengan menembak burung dengan meriam. Tidak sejalan dengan proporsionalitas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya