Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Mungkin sebagian dari kita masih ingat pengalaman masa kecil dulu. Setiap kali menjelang malam, kita sering dilarang orangtua untuk keluar rumah.
Bahkan, mungkin ada sebagian dari kita yang juga menerapkan larangan tersebut kepada anak-anaknya. Begitu hari menuju gelap, mereka menyuruh anak-anaknya masuk rumah dan tidak boleh keluar hingga beberapa saat.
Ada juga orangtua yang sampai menakuti-nakuti anaknya dengan cerita jin dan hantu. Ini agar anak tidak keluar rumah terutama di saat Maghrib.
Sekilas, larangan tersebut seperti tidak berarti. Padahal, ternyata larangan tersebut merupakan salah satu bentuk anjuran dalam Islam.
Dikutip dari bincangsyariah, larangan tersebut terdapat dalam hadis riwayat Bukhari.
" Dari Jabir bin Abdillah radliyallahu 'anha, dia memarfu'kannya (kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata, 'Tutuplah bejana-bejana, tempat-tempat minum, pintu-pintu, tahanlah anak-anak kecil kalian (di rumah) ketika isya', karena sungguh jin bertebaran dan dapat menculik, dan matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur, karena fuwaisiqah (tikus kecil) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar pemilik rumah'."
Hadis di atas merupakan dasar dari perintah untuk melarang anak-anak keluar rumah menjelang hari gelap. Ini untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya gangguan jin dan setan.
Imam Abadi dalam kitab Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Daud memberikan penjelasan berikut.
" Tahanlah (dekaplah) anak-anak kalian untuk kalian, masukkanlah mereka ke rumah, dan cegahlah mereka berkeliaran ketika Isya’, yang dengan dikasrah ainnya (bukan asya’), yakni di awal gelapnya malam."
Dalam penjelasan ini, waktu Isya' diterjemahkan sebagai mulai gelapnya malam. Hal ini termasuk waktu petang, yang bertepatan dengan waktu sholat Maghrib.
Makna di balik larangan ini sebenarnya, salah satunya, adalah agar anak bisa berdisiplin dalam menjalankan Sholat Maghrib. Dengan berada di rumah, orangtua bisa mengontrol sholat Maghrib dari sang anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam