Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nadiem Makarim Dan Sukardi (Foto: Instagram @nadiemmakarim)
Dream - Belum lama ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim berkesempatan menginap di rumah salah satu bekas gurunya saat sekolah. Dari sang guru, Nadiem mengaku mendapat banyak pelajaran tentang pengabdian seorang guru.
Guru yang masih berstatus honorer tersebut bernama Sukardi dan tinggal di Lombok Tengah. Lewat unggahan di akun Instagram @nadiemmakarim, menteri yang juga mantan pendiri Gojek ini mengungakpkan cerita Sukardi yang sudah menjadi guru honorer selama 25 tahun.
" Surat terbuka untuk Pak Sukardi, Guru Honorer di Lombok Tengah yang menjadi Bapak Kos saya," tulis Nadiem mengawali kisahnya.
Nadiem mengisahkan, Sukardi sebetulnya pernah mendapat pekerjaan dengan penghasilan yang cukup layak sebelum memutuskan menjadi guru. Sukardi adalah mantan pegawai perkebunan dengan gaji Rp8 juta per bulan.
" Tapi Bapak berhenti setelah beberapa minggu dan kembali mengajar di sekolah karena merasa tidak ada kepuasan di luar mengajar. Perngorbanan yang bapak lakukan sungguh luar biasa," tulis Nadiem.
Kisah Sukardi lain juga dibagikan oleh Nadiem. Suatu saat Sukardi pernah diberhentikan polisi lantaran helmnya rusak, rupanya polisi tersebut adalah mantan muridnya.
" Bukannya ditilang, polisi tersebut malah memberikan Pak Sukardi uang untuk membeli helm baru. Itulah rasa hormat dan apresiasi yang Bapak tumbuhkan dalam murid Bapak," cerita Nadiem.
Tak sampai di situ, Nadiem juga bercerita saat-saat paling mengharukan saat Sukardi bertemu dengan muridnya sendiri yang sudah menjadi kepala sekolah. Namun, kala itu Sukardi merasa bangga sekaligus malu.
" Bangga karena murid Bapak sukses, tapi malu karena Bapak masih berstatus guru honorer dengan gaji jauh di bawah UMR," ujar dia.
Pada akhir tulisannya Nadiem menyebut, Sukardi berhasil menjadi salah satu dari 173.328 guru honorer yang dinyatakan lolos seleksi menjadi ASN P3K.
" Bapak akhirnya akan mendapatkan nafkah yang layak. Hari ini murid-murid Pak Sukardi pasti merasa bangga.," tulis Nadiem
Nadiem juga menyampaikan kesan bermalam di rumah Pak Sukardi. Baginya, pengalaman tersebut tidak akan ia lupakan karena merupakan salah satu sumber inspirasinya.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya