Polisi Sita Kartu Anggota FPI dari Tangan Terduga Teroris Condet

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 30 Maret 2021 11:30
Polisi Sita Kartu Anggota FPI dari Tangan Terduga Teroris Condet
Dalam KTA FPI itu, terduga teroris tersebut menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad.

Dream - Densus 88 Antiteror menangkap empat terduga teroris dari penggerebekan yang dilakukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan Condet, Jakarta Timur, Senin 29 Maret 2021. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti.

Dilansir merdeka.com, Selasa 29 Maret 2021, saat menggelar jumpa pers usai penggerebekan itu, Polda Metro Jaya memampang atribut Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) di atas meja ukuran panjang.

Beberapa barang bukti itu antara lain buku-buku, senjata tajam, poster, bahan-bahan kimia, dan beberapa pakaian serta topi. Dari beberapa properti yang paling mencolok adalah kaos dan topi beratribut FPI dan LPI.

Barang bukti© Liputan6.com

1 dari 4 halaman

Penemuan Kartu Anggota FPI

Dari seluruh barang bukti, ada satu yang menonjol yakni kartu anggota FPI Jakarta Timur. Tertulis nama identitas pemilik kartu anggota FPI tersebut, yakni Husein Hasny.

Dalam kartu anggota FPI itu, Husein Hasny tertera berkedudukan sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia memiliki NIF: 11.03.05/004.

Kartu anggota FPI© Liputan6.com

2 dari 4 halaman

Barang Bukti Lain

Meski demikian, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, belum mau menyimpulkan kaitan antara kaos dan topi berlogo FPI dan LPI dengan empat terduga teroris yang diamankan. Menurut Fadil, hal itu menjadi ranah Densus 88 Antiteror untuk menelusuri lebih jauh.

" Semua barang bukti yang ditemukan akan menjadi temuan awal dari teman-teman penyidik Densus 88 Antiteror. Iya termasuk itu (FPI), jika ada keterkaitan itu kan," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin 29 Maret 2021.

Barang bukti lain yang juga diamankan dalam penggerebakan itu yakni satu buah parang, handphone merk Oppo F11, dompet dan uang tunai dari penggerebekan ZA di Bekasi.

" BB yang disita adalah dari saudara ZA, satu buah parang, hp Oppo F11, dompet, debit MNC bank, e-money, kartu dapur rasa, flash, atm bank DKI, KTP atas nama ZA, kartu asuransi kecelakaan, KTP, dua buah surat tilang, kabel data, uang tunai Rp 3.056.000, dua bungkus rokok, dua korek api dan masker. AJ, merk Redmi Note 7, ditemukan pada badannya, HH, hp dan identitas diri," ungkapnya.

 

3 dari 4 halaman

Adanya Penemuan TATP

Selain itu, dari penggeledahan itu juga ditemukan lima bom aktif uang yang sudah terkait dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari Triaseton Triperoksida (TATP).

" Dari temuan handak beserta bahan baku yang ada sesuai dengan perhitungan dari tim bhwa TATP dari 5 bom toples dengan berat 3,5 kilogram, diperkirakan dapat membuat sekitar 70 bom pipa," ujar dia.

Fadil mengatakan, yang terpenting, saat ini Densus 88 Antiteror dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mencegah pelaku teror yang berniat mengacaukan wilayah DKI Jakarta.

" Upaya-upaya melakukan teror, dengan menggunakan bahan peledak atau bom di DKI Jakarta bisa kita monitor, deteksi dan cegah sehingga Jakarta lebih khusus menjelang bulan suci Ramadhan tetap dalam situasi kondusif," tandas dia.

 

 

4 dari 4 halaman

4 Peran Terduga Teroris

Sebelumnya, empat terduga teroris ditangkap di Condet, Jakarta Timur dan Bekasi oleh Tim Satgaswil Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror DKI Jakarta bersama Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hasil penyelidikan mereka memiliki peran masing-masing.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, empat orang ditangkap yakni ZA (37), BS (43), AJ (46). Sementara seorang lainnya berinisial HH (56) ditangkap di Condet, Jakarta Timur.

" Adapun peran saudara ZA adalah membeli bahan baku dan bahan peledak seperti aseton, HCL, termometer dan alumunium foder. Memberitahukan kepada saudara BS cara pembuatan dan cara pencampur adukan cairan-cairan yang sudah disiapkan tersebut," kata Fadil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin 29 Maret 2021.

" Yang kedua adalah saudara BS, peran adalah mengetahui pembuatan handak dan cara membuat handak, menyampaikan kepada saudara NAJ terkait dengan takjil, mereka mengistilahkannya dengan istilah takjil. Setelah dicampurkan yang akan menghasilkan bom dengan ledakan besar," sambungnya.

Selanjutnya yakni AJ. Dia berperan mengetahui dan membantu saudara ZA dalam pembuatan bahan peledak serta bersama-sama dengan BS mengikuti beberapa pertemuan dalam rangka persiapan-persiapan melakukan teror dengan menggunakan bahan peledak.

Sedangkan, satu tersangka lain inisial HH (56) ditangkap di Condet, Jaktim. Fadil menyebut, peran sangat penting. Selain sebagai penyandang dana, HH juga memberikan tutorial merangkit bom dalam bentuk video.

" Saudara HH ini yang memiliki peran yang cukup penting di dalam kelompok ini. Dia yang merencanakan, mengatur, teknis dan taktis pembuatan bersama dengan saudara ZA," ujarnya.

" Hadir dalam beberapa pertemuan-pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan amaliah ini, membiayai dan mengirimkan video teknis pembuatan kepada ketiga tersangka lainnya," sambungnya.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar