Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Nanda Setiawan, 18 tahun, remaja asal Jorong Pekonina, Nagari Pemekarang Pekonina, Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tewas tergantung di depan kamarnya. Tubuh remaja itu ditemukan tergantung kaku dengan tali rafia melilit lehernya.
Penemuan jenazah Nanda terjadi pada Jumat pekan lalu, 3 Juli 2020. Tepatnya ketika ibunya, Asni, 35 tahun, pulang ke rumah dari Sungai Kunyit sekitar pukul 10.00 WIB.
Dikutip dari Jurnal Andalas, awalnya Asni mengetahui pintu rumahnya terkunci. Dia mengetuk-ketuk pintu namun tak ada yang membukakan.
Asni mendorong paksa pintu tersebut sekuat tenaga sampai terbuka. Dia terkejut mendapati anaknya tergantung di kusen pintu kamar.
Asni pun menjerit dan keluar rumah untuk meminta tolong. Seketika, tetangganya berbondong-bondong datang.
Sebagian warga lalu memberi tahu kepala jorong yang sejenak kemudian datang ke lokasi. Setelah itu, kepala jorong langsung memberi tahu polisi.
Kapolsek Sungai Pagu, Ajun Komisaris Elvi Indra bersama anggotanya segera bergerak ke lokasi. Warga berkerumun di lokasi kejadian sehingga Polsek Sungai Pagu belum bisa bertindak, kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Satreskrim Polres Solok Selatan.
Tim Satreskrim bersama Inafis Polres Solok Selatan dipimpin Kasatreskrim Inspektur Satu M Arvi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Solok Selatan, Ajun Komisaris Besar Tedy Purnanto, melalui Kasatreskrim Ipda Arvi mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Dugaan sementara, korban murni bunuh diri.
Hasil penyelidikan sementara, tim Inafis mendapati bukti cairan sperma yang keluar dari alat kelamin. Di bagian dubur keluar kotoran dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Sejumlah warga menyebut korban punya kebiasaan main game online. Korban diketahui minta dibelikan paketan internet kepada orangtuanya.
Tetapi, orangtua belum bisa menyanggupi permintaan korban.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang