Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kasus buaya diduga memangsa manusia lagi-lagi terulang. Kali ini terjadi kejadian tersebut disebut terjadi di Kecamatan Sebuku, Kalimantan Utara.
Sebuah video diunggah ada channel YouTube alex sanders, menunjukkan seekor buaya besar tengah dibelah di bagian perut dalam kondisi masih hidup oleh warga. Dari suara yang terekam dalam video, memang terdengar si perekam berbicara dalam bahasa Indonesia.
" Tajamnya itu," ucap si perekam video tersebut mengomentari parang yang dipakai untuk menusuk perut hewat amfibi tersebut.
Lewat rekaman video berjudul Proses Pembelekan Perut Buaya Raksasa Yang Diduga Telah Memangsa Manusia, buaya itu diikat dengan posisi terlentang.

Salah seorang warga yang membawa parang mulai terlihat membelah perut buaya itu hidup-hidup. Buaya itu sempat meronta seperti kesakitan.
Meski perutnya berlubang dan isinya terlihat, buaya tersebut masih hidup juga. Warga pun tetap membelah perut buaya tersebut.
Warga seperti masih mencari manusia yang dimangsa buaya itu. Akan tetapi, tidak ditemukan seorang manusia di dalam perut buaya itu, dan hanya benda yang diduga rambut manusia.
(YouTube.com/alex sanders)
© Dream
Dream - Mungkin selama ini masih banyak orang yang mengira semua ular bertelur. Padahal, ada pula hewan melata ini yang berkembang biak dengan cara melahirkan.
Dan, proses ular yang melahirkan itu berhasil direkam dalam video dan diunggah oleh grup Facebook Reptile Collective. Dalam video itu terlihat seekor ular boa pasir sedang melahirkan anak-anaknya.
Ular boa berukuran raksasa itu melahirkan enam anak pada akhir pekan lalu. Video ular boa melahirkan yang diunggah oleh peternakan ular asal Amerika Serikat itu telah disaksikan sebanyak 9,1 juta kali.
Bersama video itu, Reptile Collective menulis keterangan, " Selalu takjub setiap menyaksikan proses kelahiran secara langsung."

Ular boa memang unik. Mereka tidak bertelur seperti jenis ular lainnya, tapi melahirkan anak-anak mereka.
Ular boa pasir bisa melahirkan hingga 25-32 bayi yang masing-masing akan terbungkus membran. Hebatnya ular boa milik Reptile Collective melahirkan bayi yang semuanya hidup.
© Dream
Warganet yang menyaksikan video ular boa melahirkan itu merasa takjub. Banyak yang mengira semua jenis ular itu bertelur.
" Tunggu! Bukankah aku gila jika mengira semua ular itu bertelur?" tulis Gina Kircher di kolom komentar.
Sementara Joan Lumealo mengira semua jenis reptil bertelur. " Tapi ternyata tidak. Saatnya kembali membaca buku-buku," tulisnya.
Menurut National Geographic, sekira 70 persen ular di dunia memang berkembang biak dengan cara bertelur. Sedangkan sisanya dengan melahirkan.
Ular yang bertelur disebut dengan oviparous. Jenis ini biasanya hidup di tempat yang bersuhu panas agar bisa mengerami telur-telur mereka.
Sementara viviparous adalah jenis ular yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Mereka sering ditemukan di daerah yang bersuhu dingin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya