Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
GKR Retno Dumilah (Merdeka.com/Arie Sunaryo)
Dream - Putri mendiang Raja Surakarta Pakubuwono XII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Retno Dumilah, meninggal dunia. Kabar meninggalnya salah satu keturunan Keraton Surakarta ini cukup menyedot perhatian.
Ini karena meninggalnya wanita yang di masa muda dikenal dengan nama Gusti Raden Ayu Koes Isbandiyah terbilang tiba-tiba. Diketahui, Gusti Retno tidak sedang dalam kondisi sakit.
Lurah Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Danang Agung Warsiyanto, mengaku mendapat kabar berpulangnya Gusti Retno dari anggota keluarga keraton yang datang ke Kantor Kelurahan pada Rabu. 26 Mei 2021 pukul 19.30 WIB. Pihak keluarga keraton tersebut, kata Danang, menanyakan nomor kontak ambulans PMI Kota Surakarta.
" Informasi dari salah satu keluarga Keraton kena serangan jantung," ujar Danang, dikutip dari Murianews.com.
Menurut Danang, jenazah Gusti Retno langsung dibawa ke Surakarta dari Sarangan di Magetan, Jawa Timur. Jenazah tiba di Keraton Solo sekitar Kamis, 27 Mei 2021 sekitar pukul 01.00 WIB.
Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka. Gusti Retno kemudian dimakamkan di Komplek Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.
Gusti Retno meninggal di usia 67 tahun saat sedang menyaksikan Gerhana Bulan Total di Sarangan para Rabu malam. Dia meninggal dua orang putra, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Herjuno Suryo Wijoyo dan KRMH Aditya Suryo Herbanu.
Gusti Retno sendiri tercatat sebagai warga Kelurahan Baluwerti. Di mata masyarakat sekitar, kata Danang, Gusti Retno dikenal sebagai pribadi yang dermawan.
" Beliau merupakan orang baik, sosialnya bagus, setiap menjelang Lebaran selalu berbagi kepada masyarakat sekitar," kata Danang.
Dream - Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta tengah berduka. Putri dari Raja Surakarta, Paku Buwono XII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Retno Dumilah, meninggal dunia pada Rabu, 26 Mei 2021 pukul 19.00 WIB dalam usia 67 tahun.
Jenazah Almarhumah akan dimakamkan hari ini di Komplek Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Pemakaman berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.
Adik GKR Retno Dumilah, GKR Wandansari Koes Moertijah, mengatakan sempat mendampingi sang kakak menyaksikan Gerhana Bulan Total di puncak Gunung Lawu di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Dia dan kakaknya berangkat bersama rombongan pada Rabu siang dan sempat mampir makan siang di salah satu rumah makan di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo. Menurut GKR Wandansari, sang kakak tidak mengeluh apapun selama perjalanan hingga sebelum meninggal.
" Dia itu enggak ngeluh apa-apa, memang enggak gerah (sakit) kok, makanya kita dolan (jalan-jalan)," ujar GKR Wandansari, dikutip dari Merdeka.com.
Almarhumah lalu kembali menuju kamar mandi. Tetapi, dia tidak segera kembali meski sudah ditunggu lama.
" Setelah dilihat ternyata sudah lemas banget. ya sudah kita upakara (rawat)," ucap dia.
Dari gejala yang muncul, GKR Wandansari menduga kakaknya meninggal akibat serangan jantung. Jelang meninggal, kata dia, GKR Retno Dumilah terus mengucap istighfar.
GKR Wandansari kemudian menjelaskan kakaknya baru pulang dari Jakarta dan ikut jalan-jalan ke Sarangan. Setiba di Sarangan, kata dia, GKR Retno Dumilah ingin buang air kecil sehingga segera ke kamar mandi begitu turun dari mobil.
" Habis itu beliau duduk dan menyaksikan bulan," kata GKR Wandansari.
Keluarga sempat melarikan GKR Retno Dumilah ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan pertama. Sayangnya, Almarhumah tidak bisa diselamatkan.
" Di Puskesmas itu sempat dipompa, kalau dipompa ada denyutnya, tetapi kalau dilepas hilang," kata dia.
GKR Retno Dumilah merupakan putri ke-14 Raja Surakarta, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XII. Jabatan terakhir di lingkungan Keraton Surakarta yang diemban GKR Retno Dumilah adalah Pengageng Pasiten.
" Tanggal 5 Mei ini kita tetapkan (GKR Retno Dumilah) sebagai Ketua Putri Narpo Wandowo, pas ulang tahun Putri Narpo," ucap GKR Wandansari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya