Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
(Independent.co.uk)
Dream - FIFA bisa jadi akan menjatuhkan sanksi kepada Israel dari kompetisi sepakbola dunia, menyusul adanya laporan perlakuan diskriminatif kepada pemain Palestina.
Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA) mengatakan, Federasi Sepakbola Israel telah melakukan kebijakan rasis terhadap para pemain dan offisial Palestina, serta delegasi asing termasuk FIFA.
" Perlakuan memalukan di perbatasan Israel-Palestina terkait pemain dan offisial Palestina serta delegasi asing termasuk FIFA," kata PFA dalam resolusi mereka untuk menyerukan sanksi FIFA terhadap Israel dikutip Guardian, Jumat 22 Mei 2015.
Dalam resolusi itu, PFA juga mengatakan pasukan keamanan Israel telah melakukan tindak kekerasan selama pertandingan, termasuk menghentikan pertandingan atau sesi latihan, serta menangkap pemain atau offisial.
Pasukan Israel juga membekukan klub tanpa penjelasan di wilayah yang dikuasai oleh Otoritas Palestina.
PFA meminta FIFA untuk melakukan voting pada kongres berikutnya di Zurich yang akan digelar pada 29 Mei mendatang. PFA menyerukan FIFA untuk menangguhkan keanggotaan Israel di lembaga yang mengawasi sepakbola di seluruh dunia itu.
PFA memperingatkan jika gagal di kongres FIFA, mereka akan melaporkan isu-isu tersebut ke pengadilan arbitrase olahraga dunia.
Hanya ada dua negara yang pernah ditangguhkan keanggotaannya oleh FIFA. Mereka adalah Afrika Selatan karena kebijakan apartheidnya di tahun 1960-an dan Yugoslavia atas pembantaian etnis yang dilakukan Slobodan Milosevic pada 1990-an.
Palestina telah menjadi anggota FIFA selama 17 tahun. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan