Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lahan Pertanian Di Cirebon Mengalami Kekeringan (Liputan6.com/Panji Prayitno)
Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan mengumumkan peringatan dini bencana kekeringan yang bakal terjadi di DKI Jakarta dan Banten.
Peringatan dini ini dikeluarkan berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan per 20 Agustus 2019.
Hasil analisis menunjukkan, zona DKI Jakarta dan Banten telah memasuki musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat waspada.
Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Sukasno, menerangkan DKI Jakarta dan Banten mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari.
" Prakiraan peluang curah hujan pada dasarian (10 hari) III Agustus dan dasarian I September 2019 menunjukkan, beberapa daerah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20mm/dasarian) dengan peluang hingga lebih dari 90 persen pada (kering)," ujar Sukasno melalui keterangan tertulis, Rabu 21 Agustus 2019.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak yang cepat dirasakan seperti pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan.
Dampak lainnya yaitu terjadinya kekurangan pasokan air tanah, sehingga menimbulkan kelangkaan air bersih di DKI Jakarta dan Banten.
" Berdampak pada meningkatnya polisi udara di wilayah Banten dan DKI Jakarta," kata Sukasno.
Berikut data kawasan yang masuk zona Waspada, Siaga dan Awas.
Zona Waspada
1. Lebak (Cileles, Panggarangan, Rangkasbitung)
2. Pandeglang (Mandalawangi, Menes)
3. Tangerang (Cisoka)
Zona Siaga
1. Jakarta Pusat (Gambir)
2. Jakarta Selatan (Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Pasar Minggu)
3. Jakarta Barat (Kedoya Selatan, Grogol, Petamburan)
4. Depok (Depok, Pesanggrahan)
5. Tangerang (Sukamulya, Legok, Serpong, Sukamulya, Kresek)
6. Tangerang Selatan (Pondok Aren, Serpong)
7. Serang (Carenang, Cinangka, Kibin, Kramatwatu, Ciomas, Pamarayan, Cilodong, Tirtayasa)
8. Pandeglang (Cipeucang, Banjarsari, Jiput, Labuhan, Munjul, Pagelaran, Pulosari, Sobang)
9. Lebak (Banjarsari, Cibeber, Cihara, Cikulur, Gunung Kencana, Cijaku, Rangkasbitung, Maja, Malingping, Warung Gunung.
Zona Awas
1. Jakarta Pusat (Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang)
2. Jakarta Selatan (Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi)
3. Jakarta Timur (Halim, Pulogadung, Cipayung)
4. Jakarta Utara (Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan)
5. Lebak (Bayah, Cilograng, Cimarga, Malingping)
6. Pandeglang (Cikeusik, Cibaliung, Cimanggu)
7. Serang (Ciruas, Walantaka)
8. Tangerang (Teluk Naga, Sepatan, Mauk, Cengkareng, Ciputat, Kresek, Cipondoh, Kronjo, Kemiri, Pasar Kemis, Tangerang.
Dream - BMKG menyatakan peringatan dini tsunami terkait gempa magnitudo 7,4 resmi berakhir. Tidak ada tanda-tanda munculnya tsunami.
" Peringatan tsunami diakhiri, bukan dicabut. Ini sekaligus kami menyatakan, pukul 21.35 WIB, peringatan dini tsunami telah berakhir," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Jakarta.
Dwikorita mengatakan hingga pukul 21.35 WIB terdapat tanda-tanda tsunami. Demikian pula dengan gempa susulan, juga tidak terjadi.
" Hingga 21.35, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Tidak terjadi gempa susulan sampai 21.35," kata dia.
Dwikorita mengimbau masyarakat tenang namun tetap mewaspadai potensi gempa susulan. Selain itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
" Pastikan informasi resmi bersumber dari bmkg terkait gempa dan tsunami yg kami sebarkan dari kanal resmi instagram dan twitter @infobmkg, website bmkg.go.id," kata dia.
Dream - Gempa bumi kembali melanda Indonesia. BMKG mencatat adanya gempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB di perairan Banten dengan kedalaman 10 Kilometer.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini, mengatakan gempa tidak berdampak pada Pelabuhan Merak. Hingga saat ini, operasional pelabuhan tetap berjalan.
" Operasional Pelabuhan dan kapal tetap berjalan normal," ujar Imelda melalui keterangan tertulis.
Imelda mengatakan pasca gempa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Seperti BMKG, Basarnas, BPTD, KSOP, KSKP, Pol Air, Lanal Banten.
" Kami terus berkoordinasi dan tetap memonitor serta terus mengamati kondisi pasang surut air secara langsung dan sebagainya untuk memastikan kondisi tetap aman untuk aktivitas penyeberangan," kata Imelda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya