Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Zona Demiliterisasi Korea (Asia One)
Dream - Korea Selatan dan Utara akhirnya sepakat untuk menutup sejumlah pos penjagaan sepanjang perbatasan. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Seoul, Song Young-moo, di hadapan parlemen hari ini untuk melaporkan perkembangan proses pencairan hubungan diplomatik kedua negara.
Kesepakatan ini juga menandai berakhirnya perseteruan yang terjadi antara dua negara itu selama bertahun-tahun.
Selama puluhan tahun, Korsel dan Korut terpisah oleh Zona Demiliterisasi yang berdiri sejak Perang Korea 1953.
Meski dinamai Zona Demiliterisasi, tempat ini sangat berbahaya. Lokasi itu ditutupi kawat berduri di kedua sisi dan di dalamnya terdapat ribuan ranjau.
Young-moo mengatakan Korsel akan menutup 10 pos penjagaan. Ini dilakukan sebagai jaminan kepercayaan setelah pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dengan Pemimpin Korut Kim Jong un pada April lalu.
" Lebih dulu, kita akan menutup satu dari tiga pos penjagaan kemudian akan memperluas (penutupan tersebut)," kata Young-moo, dikutip dari Asia One.
Dia melanjutkan baik Selatan maupun Utara telah sama-sama sepakat untuk melakukan penutupan pos-pos terdekatnya. " Pos yang terdekat sekitar 700 meter dan kami akan mulai menarik penjaga pos yang berjarak satu kilometer," ucap Young-moo.
Seorang pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan mengatakan rencana ini masih dalam tahap pematangan. Sumber tersebut menolak memberikan tanggapan apakah pos akan ditutup seluruhnya atau tidak.
Dream - Selama puluhan tahun, para lansia di Korea Selatan dan Korea Utara hanya bisa berharap bertemu dengan keluarganya di negeri seberang. Mungkin banyak dari mereka yang berpikir momen itu hanya bakal jadi mimpi.
Pada Senin kemarin, 20 Agustus 2018, rupanya mimpi itu menjadi kenyataan. Dengan linangan air mata keharuan, para lansia itu akhirnya bisa bertemu dengan keluarga setelah 70 tahun terpisah akibat perang saudara.

Masing-masing dari mereka menunjukkan foto keluarganya untuk mengingatkan kembali kehangatan masa lalu. Mereka saling berpelukan, bergandengan tangan demi melepas rasa rindu yang membuncah.
Seperti dialami lansia asal Korea Selatan, Han Shin-ja, 99 tahun. Dia menangis bahagia bisa bertemu dengan dua putrinya yang kini sudah berusia 72 dan 69 tahun.
Han lalu menempelkan pipinya ke pipi kedua putrinya dan memegang erat tangan mereka. Han sempat mengucapkan penyesalan karena memilih melarikan diri selama perang dan meninggalkan dua putrinya di Korut.
" Ketika aku melarikan diri selama perang..." ucap Han sembari menahan tangis. Dia ingin meminta maaf kepada dua putrinya karena sudah meninggalkan mereka, seperti dilaporkan Channel News Asia.
Perang Korea 1950-1953 membuat banyak keluarga terpisah selama puluhan tahun. Mereka hampir tidak punya kesempatan untuk bisa bertemu kembali.

Perang tersebut berakhir bukan dengan perjanjian damai, melainkan gencatan senjata. Alhasil, semenanjung Korea dibagi menjadi dua dipisahkan Zona Demiliterisasi yang tak bisa ditembus.
Kedua negara akhirnya memutuskan berdamai dan membuka diri. Masing-masing warganya diizinkan untuk bertemu keluarganya di tempat yang sudah ditetapkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya