MUI: Vaksin MR Mengandung Unsur Babi, tapi Boleh Digunakan

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 21 Agustus 2018 11:30
MUI: Vaksin MR Mengandung Unsur Babi, tapi Boleh Digunakan
Ada tiga dasar yang digunakan oleh MUI dalam membolehkan penggunaan vaksin MR.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin measles rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII), meskipun mengandung unsur babi. Fatwa tersebut diambil karena kondisi darurat.

“ Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini dibolehkan (mubah),” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Agustus 2018.

Ada tiga dasar yang digunakan oleh MUI dalam membolehkan penggunaan vaksin MR. Pertama, karena ada kondisi dlarurat syar'iyyah (keterpaksaan). Ke dua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Ke tiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

1 dari 1 halaman

Fatwa Gugur Bila Ada Vaksin Halal

Keputusan ini dituangkan dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produk Dari SII untuk Imunisasi yang diterbitkan di Jakarta, Senin 20 Agustus 2018.

Namun, “ Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci,” imbuh Asrorun Ni’am.

Selain itu, MUI tetap meminta pemerintah menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi masyarakat. Produsen vaskin juga diharuskan mengupayakan produksi vaksin yang halal, dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

MUI meminta pemerintah menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan imunisasi dan pengobatan. Pemerintah juga harus mengupayakan secara maksimal melalui Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara berpenduduk muslim agar memerhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi