Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan YY, siswi SMP di Bengkulu tak hanya mengundang kemarahan masyarakat di dalam negeri. Kasus pembunuhan keji itu juga mendapat sorotan dunia.
Sejumlah media asing menurunkan laporan kasus pembunuhan siswi SMP di Bengkulu yang dilakukan oleh 14 pemuda mabuk ini. Media-media itu mengutuk tindakan keji tersebut.
Laman Time menurunkan berita dengan judul “ The Rape and Murder of a Schoolgirl Has Brought Indonesia’s Culture of Sexual Violence Into Focus”.
Dalam laporan itu, Time mengutip data Komnas Perempuan, menyebut saban hari terdapat 35 wanita yang mengalami kekerasan seksual. Sekiyat 70 persen di antaranya dilakukan oleh orang terdekat.
Laporan Time juga mengutip lembaga perlindungan hak perempuan yang terdapat 44 wanita tewas dibunuh selama 4 bulan pertama tahun 2016. Tentu ini menjadi data pahit.
Media Australia, The Sydney Morning Herald, menurunkan judul “ Brutal gang rape of 14-year-old in Indonesia prompts push to pass sexual violence bill.” Laman media ini “ menyayangkan” kecilnya porsi pemberitaan kasus YY di media-media lokal.
“ Kasus ini mendapat perhatian kecil dari media, ditulis dalam beberapa bars paragraf di media lokal Provinsi Bengkulu, barat daya pantai Sumatera,” demikian salah satu kalimat The Sydney Morning Herald.
Sedangkan, laman asal Inggris, BBC, menurunkan sejumlah laporan, salah satunya menggunakan judul, “ How a rape that was ignored angered Indonesia's women.”
Dalam laporan itu, BBC menulis kasus ini tak mendapat perhatian luas dari media lokal, hingga akhirnya para aktivis angkat bicara dan kisah pembunuhan keji ini menjadi viral di media sosial.
YY hilang pada Sabtu 2 April 2016. Jasad gadis asal Desa Kasie Kasubun, Bengkulu, ini ditemukan tiga hari kemudian dalam kondisi mengenaskan di perkebunan karet.
Penyelidikan polisi menyebut YY tewas akibat tindakan biadab yang dilakukan oleh 14 pemuda mabuk. Dia diperkosa secara bergiliran dan dibunuh, jasadnya dibuang di perkebunan karet.
Hingga kini, 12 dari 14 pemuda yang diduga melakukan tindakan keji itu telah ditangkap. Separuh dari mereka berusia di bawah 18 tahun.
Presiden Joko Widodo juga angkat bicara atas kasus ini. Melalui akun Twitter, presiden yang karib disapa Jokowi ini berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya. [Baca juga: Presiden Jokowi: Semua Berduka Atas Kepergian YY yang Tragis]
(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya