Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sepuluh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dan akhirnya dibebaskan di Pulau Jolo, pada Minggu kemarin, masih menyisakan cerita.
Pembebasan 10 warga Indonesia itu disangsikan oleh beberapa pihak bahwa itu dilakukan secara gratis alias tanpa uang tebusan.
Kepala polisi Jolo, Junpikar Sitin mengaku tidak tahu apakah uang tebusan telah dibayarkan. Tapi sepengetahuan dia, Abu Sayyaf tidak pernah melepaskan sanderanya tanpa uang tebusan.
Dalam video yang diposting di halaman Facebook terkait dengan Abu Sayyaf, kelompok ini mengancam akan membunuh para ABK kecuali ditebus dengan uang 50 juta Peso (sekitar Rp 14,3 miliar) dengan batas terakhir 8 April.
Angkatan Bersenjata Filipina menolak permintaan Abu Sayyaf, karena negara itu tidak mengenal hukum tebusan dengan kelompok pemberontak.
Walikota Jolo, Hussin Amin, menyambut gembira pembebasan warga Indonesia, namun ia juga tidak tahu apakah uang tebusan telah dibayar.
" Jika pembebasan luar biasa ini melibatkan uang tebusan, berarti mereka yang dibayar mendukung Abu Sayyaf," kata Amin.
" Uang itu akan digunakan untuk membeli lebih banyak senjata api dan akan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh kelompok penjahat ini," tambahnya.
© Dream
Dream - Tapi sumber, yang meminta anonimitas karena ia tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah ini, mengatakan uang tebusan sebesar 50 juta Peso telah dibayar.
Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara militer Komando Mindanao Barat, sebelumnya mengatakan laporan intelijen menyebutkan bahwa orang-orang Indonesia itu diculik oleh kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Alhabshi Misaya.
Seorang petugas Angkatan Darat Filipina yang telah membantu untuk menangani penculikan oleh Abu Sayyaf mengatakan, seorang komandan pemberontak dari Front Pembebasan Nasional Moro, yang telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah, membantu bernegosiasi dengan Abu Sayyaf untuk membebaskan orang Indonesia.
Ketika ditanya apakah uang tebusan telah dibayar, petugas Angkatan Darat yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, tidak tahu tentang pembayaran uang tebusan.
Tetapi ia menambahkan bahwa sulit untuk membayangkan Abu Sayyaf membebaskan sandera tanpa menerima uang.
© Dream
Dream - Ke-10 warga Indonesia itu dibebaskan enam hari setelah Abu Sayyaf memenggal sandera asal Kanada, John Ridsdel.
Ridsdel, 68, seorang mantan eksekutif pertambangan, dieksekusi pada tanggal 25 April setelah tenggat waktu untuk membayar uang tebusan sebesar 300 juta Peso berakhir.
Presiden Filipina Benigno Aquino III pada tanggal 27 April bersumpah untuk 'menghabisi' Abu Sayyaf setelah kepala terpenggal Ridsdel dilemparkan di luar gedung pemerintah di Jolo.
(Ism, Sumber: Asione.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya