Shutterstock.com
Dream – Polisi menyebut ekstrimisme agama di Swedia mengalami peningkatan. Buntutnya, imigrasi Swedia melakukan deportasi warga asal Irak.
Mengutip dari kantor Imigrasi Swedia, tiga orang asing yang salah satunya adalah seorang warga Irak bakal dideportasi. Ketiga orang itu diduga memainkan peranan kunci dalam gerakan ekstrem di Swedia.
Abu Raad, salah satu orang yang ditangkap merupakan pemuka agama di Kota Gavle, Swedia Timur. Abu Raad disebutkan masuk dalam radar polisi dalam beberapa tahun ini.
Abu Raad atau yang bernama asli Riyad Abdulkarim Jassim ditangkap polisi anti-terorisme pada April lalu bersama dengan sang putra.
Harian Expressen mengatakan, Abu Raad pada 2014 mengunggah pesan ucapan selamat di halaman Facebooknya. Ucapan selamat itu bertepatan dengan kelompok ISIS yang telah berhasil merebut Mosul, salah satu kota di Irak, dan menjadikannya sebagai markas besar.
Undang-Undang Swedia mengizinkan eportasi orang yang dianggap tengah mengancam keamanan nasional. Tidak hanya itu saja, Swedia juga berhak mendeportasi seseorang apabila ada kemungkinan melakukan atau ikut serta dalam suatu tindakan teroris.
Radio Publik Sveriges mengatakan orang yang tertangkap lainnya juga merupakan pemuka agama dari Kota Umea di utara.
Orang-orang itu tetap bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut, apabila dibatalkan maka orang-orang tersebut kemungkinan tetap ditempatkan dan di kontrol oleh yudisial secara ketat. (Ism, Sumber: voaindonesia.com)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan