Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kekeringan melanda sebagian besar kawasan Zimbabwe. Sementara itu, cadangan air tanah di sana juga tercemar.
Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk sekadar minum saja, mereka harus membeli air mineral dalam kemasan dengan harga yang mahal.
Alhasil, produk minuman lain seperti minuman lain seperti minuman ringan maupun bir tidak laku di sana. Warga lebih memilih membeli air mineral.
Fenomena ini ternyata ditangkap sebagai peluang bisnis baru oleh segelintir orang. Botol air mineral kemudian menjadi barang yang sangat berharga, setara dengan emas.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu warga Provinsi Harare, Sheila Dezha, 40 tahun. Janda ini mengumpulkan botol air mineral dari trotoar, mencucinya sampai bersih, dan mengisinya dengan air sumur.
Dia lalu menempatkan botol-botol tersebut di lemari pendingin. Setelah seharian disimpan, Sheila kemudian menjual air dalam botol tersebut kepada orang yang lewat di dekat mal dan restoran, atau kepada pengendara yang berhenti di lampu lalu lintas.
" Air minum kota kotor berarti keuntungan buat saya," kata wanita asal Epworth, salah satu kabupaten termiskin di wilayah Harare.
Sheila menjual air mineral tersebut dengan harga 1,50 dolar, setara Rp20.000 tiap botol. Dia memiliki pendapatan begitu besar dari penjualan air tersebut.
" Pada hari baik, saya bisa menjual sampai 100 botol," kata dia.
Dia lalu mengatakan awalnya dia mendapat cemoohan dari tetangganya. Ini lantaran dia dianggap melakukan praktik curang.
" Tapi saya bisa membiayai anak saya sekolah. Kini tetangga saya meminjam uang kepada saya. Di akhir pekan, saya berkeliling ke lingkungan sekitar dan mengajari para wanita cara membersihkan botol kotor dan menjual air segar," ucap Sheila.
Menjual air minum isi ulang banyak dilakukan warga Harare, mulai dari penjual es krim, petugas keamanan, bahkan guru. Mereka menjadikan usaha itu sebagai sampingan.
" Saya menyimpan dan menyembunyikan 30 botol air di kantor setiap hari," kata guru sekolah menengah dengan nama samaran Rarami.
" Saya biasa menjual kepada siswa yang kehausan seharga 1,10 dolar (setara Rp15.000) per botol. Ini keuntungan rahasia yang mengagumkan," kata dia.
" Air jadi emas baru di Harare," ucap Rarami.
Sumber: emirates247.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya