Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sultan Haikal, pemuda 19 tahun yang hanya mengenyam pendidikan hanya sampai bangku Sekolah Dasar ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa. Dia mampu meretas laman PT Global Network (tiket.com), menyebabkan kerugian perusahaan itu sebesar Rp4 miliar lebih.
Ternyata, itu hanya satu kasus. Haikal pernah menjebol server banyak laman, mencapai 4.000 laman.
Dalam beraksi, Haikal biasanya menggunakan teknik deface atau mengubah tampilan website yang dibobolnya. Haikal punya ciri dengan inisial 'GantengersCrew' atau namanya sendiri 'sultanhaikal'.
© Dream
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, Haikal belajar cara meretas secara otodidak. Sejak 2013, sudah banyak laman yang dia retas.
Bahkan, Haikal pun pernah mencoba meretas laman resmi Polri. Tetapi, upaya itu tidak berhasil.
" Dengan teknik otodidak, tersangka telah meretas sejak tahun 2013. Dan tersangka telah melakukan deface terhadap kurang lebih 4.239 website dengan menggunakan inisial sultanhaikal," kata Martinus di Jakarta, Sabtu, 8 April 2017.
" Haikal juga pernah melakukan deface terhadap 12 situs atau website dengan menggunakan inisial h3ll_id dan sebanyak 259 situs atau website dengan menggunakan inisial GantengersCrew. Data tersebut merupakan data yang pernah dia arsipkan di situs mirror zone-h," kata Martinus.
© Dream
Kanit III Subdit I Direktorat VI Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Idam Wasiadi, mengatakan Haikal tidak menggunakan peralatan yang rumit dan canggih, laiknya ada film. Dia hanya mengandalkan laptop dan modem untuk jaringan internet.
" Itu standar. Pakai laptop saja dan modem," ucap Idam.
Selain Haikal, polisi juga menangkap tiga rekannya yang berpendidikan lebih tinggi, yaitu MKU, ALS, dan NTM. Meski begitu, ketiganya menjadi 'anak buah' Haikal dalam urusan meretas laman online.
© Dream
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menuturkan, Haikal mengenal ketiga rekannya itu melalui jejaring sosial Facebook.
" Lewat perkenalan di FB. Kebetulan sama-sama gamers dan kemudian tukar info soal game. Haikal merekrut mereka untuk meneruskan situs-situs yang sudah dibuka," kata Rikwanto.
Rikwanto berujar kegiatan Haikal dan teman-temannya itu bukan semata untuk mencari keuntungan. Melainkan menjadi ajang unjuk gigi kemampuan meretas mereka.
" Semua itu bukan untuk cari keuntungan, tapi kebanyakan untuk urusan unjuk kemampuan," beber Rikwanto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya