Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Seorang pemuda di India tewas usai berhubungan intim. Diduga, dia meninggal akibat menggunakan lem adesive sebagai pengganti alat kontrasepsi.
Kepolisian mengungkapkan pemuda itu bernama Salman Mirza, 25 tahun, warga Fatehwadi, Ahmedabad. Sejumlah saksi mengungkapkan Mirza menggunakan lem pada kemaluannya sebelum berhubungan intim.
" Beberapa saksi mengatakan Mirza bersama mantan tunangannya, keduanya pecandu narkoba, pergi ke sebuah hotel di Juhapura. Di sana, mereka mengoleskan perekat epoksi pada bagian pribadinya karena mereka tidak membawa alat kontrasepsi apapun," ujar pejabat senior Kepolisian Ahmedabad.
Polisi tersebut menyatakan keduanya tertangkap CCTV pergi ke hotel pada 22 Juni 2021. Rekaman CCTV memperlihatkan momen saat Mirza dan pacarnya masuk ke hotel.
" Dia ditemukan tidak sadarkan diri keesokan harinya," kata polisi tersebut.
Petugas juga mengatakan keduanya sempat mengonsumsi narkoba sebelum berhubungan badan. Karena tidak membawa alat kontrasepsi, keduanya memutuskan mengoleskan lem di bagian pribadinya untuk mencegah si wanita hamil.
" Mereka sering membawa lem dan biasanya dicampur dengan pemutih kulit kemudian dihirup untuk efek lebih kuat," terang polisi tersebut.
Petugas mengatakan lem terebut memperburuk kondisi kesehatan Mirza. Pemuda itu meninggal karena komplikasi termasuk kegagalan organ.
Polisi mengatakan keluarga Mirza menuduh wanita yang menemaninya ke hotel, telah mengoleskan perekat ke bagian pribadinya. Sementara polisi sedang menunggu hasil pemeriksaan forensik organ dalam Mirza.
Mirza menjadi tulang punggung keluarga terdiri dari orangtua dan dua saudara perempuannya yang sudah lanjut usia.
Kerabatnya, Sayrabanu Mirza, mengajukan pengaduan ke polisi Vejalpur pada 25 Juni. Setelah kematian Mirza, polisi mengajukan pengaduan kematian karena kecelakaan dan memulai penyelidikan.
Mirza terbaring tak sadarkan diri di semak-semak dekat Menara Amber pada 23 Juni. Kenalannya, Firoz Shaikh, menemukannya dan membawanya pulang.
Kondisi Mirza memburuk dan dia dibawa ke Rumah Sakit Sipil Sola di mana dia meninggal. Menurut keluarga Mirza, teman-temannya mengklaim telah mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi kesehatannya, dikutip dari Times of India.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya