Geledah Rumah Jessica, Penyidik Angkut Tisu Sampai Laptop

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 3 Februari 2016 18:39
Geledah Rumah Jessica, Penyidik Angkut Tisu Sampai Laptop
Dari keempat barang itu, hanya tisu yang menjadi milik Jessica

Dream - Tim penyidik Polda Metro Jaya menggeledah rumah Jessica Kumala Wongso. Dalam penggeledahan itu, polisi mengangkut sejumlah barang yang ada di dalam rumah Jessica.

Menurut Yudi Wibowo Sukinto, pengacara Jessica, penyidik membawa empat jenis barang dari dalam rumah rekan ngopi Mirna itu.

" CPU, laptop, tisu, sama satu speaker aktif," kata Yudi, Rabu, 3 Februari 2016.

Yudi memastikan dari keempat barang yang dibawa tim penyidik tersebut, hanya tisu yang merupakan milik Jessica.

" Lainnya bukan, laptop itu milik bapaknya," tambah Yudi.

Yudi menjelaskan penyidik melakukan penggeledahan hampir di setiap sudut rumah. Polisi menggeledah beberapa ruangan di lantai bawah, semisal ruang dapur, gudang, garasi, dan tempat cucian.

Ditambahkannya, penyidik juga melanjutkan penggeledahan di lantai dua rumah Jessica. Sejumlah ruangan seperti kamar kakak Jessica, kamar Jessica, dan gudang atas, tak luput dari penggeledahan.

Tak hanya itu, penyidik juga menggeledah mobil keluarga Jessica. Satu per satu isi mobil Honda Civic digeledah. Mulai dari kabin belakang sampai ruang kemudi.

Sejumlah barang seperti tas jinjing, koper dan beberapa majalah nampak diperhatikan detil. Namun, tidak ada barang-barang dalam mobil keluarga Jessica yang diangkut.

Penggeledahan berlangsung dua jam lebih. Polisi nampak mulai melakukan penggeledahan sekitar pukul 11.00 WIB. (Ism) 

 

1 dari 3 halaman

Menu Makanan Jessica Diawasi, Ada Apa?

Dream - Kepolisian akan mengawasi secara ketat tersangka kasus pembunuhan Mirna Salihin, Jessica Wongso.

Pengawasan polisi salah satunya dengan cara mengawasi menu makanannnya selama menghuni jeruji besi.

" Mulai sekarang saya instruksikan agar makanan yang dikirimkan pihak keluarga ke tersangka J agar diseleksi. Tidak boleh sembarang makanan masuk," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Musyafak di Jakarta, Rabu 3 Februari 2016.

Musyafak melanjutkan, tujuan dari pengawasan menu makanan itu demi menjaga kepentingan kesehatan dan keamanan Jessica.

Jika nantinya terjadi masalah pada kesehatan Jessica, maka dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap isi dari keterangannya selama menjalani pemeriksaan.

" Kami khawatir terjadi masalah ataupun hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Bukan hanya menu makanannya saja, orang yang mengantarkan makanannya juga akan diperiksa polisi. Polisi akan menanyakan isi menu makanan dan juga dari mana makanan itu berasal.

" Kami tetapkan standar ganda," ujar dia.

Sebelumnya diketahui, anggota keluarga Jessica kerap mengirimkan makanan favoritnya seperti mie ayam dan nasi padang. Keluarga membawakan makanan kesukaan untuk Jessica tidak nafsu makan. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Polisi Dapat Informasi Penting dari Australia Soal Kasus Mirna

Dream - Polda Metro Jaya meminta bantuan Kepolisalian Federal Australia (AFP) untuk menelusuri rekam jejak Jessica Kumala selama mengenyam pendidikan dan bekerja di Australia.

Informasi yang didapat dari AFP tersebut rencananya akan dicocokan dengan fakta yang didapat tim penyidik Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Mohammad Iqbal mengatakan, selama penyidikan, AFP berhasil mendapatkan informasi signifikan mengenai latar belakang Jessica.

Sebab diketahui,‎ Jessica berada di Australia sekira 10 tahun lamanya.

" Background-nya ada di Australia. Sehingga kamu ingin buat terang tindak pidana," kata Iqbal di Jakarta, Rabu 3 Februari 2016.

" Kita sudah diberikan informasi dan sudah cukup signifikan untuk penyidik menguatkan alat bukti," ujar dia menambahkan.

Menurut Iqbal, kerjasama antara Polri dan AFP sudah jamak terjadi. Meski begitu, Iqbal merasa bantuan AFP untuk mencari informasi mengenai latar belakang Jessica di Australia menyebabkan Polda Metro Jaya " berhutang budi" .

Dia berjanji jika kelak AFP memerlukan bantuan investigasi, Polda Metro Jaya akan siap mengerahkan bantuan.

" ‎Nanti, kalau ada kasus di Bali dan Jakarta yang menyangkut kewarganegaraan Australia kami bantu perkaranya," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Jessica Minta Dicium Mirna

Dream - Ayah Mirna, Darmawan Salihin mengungkap pesan mengejutkan dari Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh putrinya yang dikirim untuk anaknya, Wayan Mirna Salihin. Pesan itu ditemukan dalam messenger WhatsApp di ponsel putrinya. 

Hal itu terungkap dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne, Selasa malam 2 Februari 2016. Bermula saat advokat Hotman Paris Hutapea melontarkan pertanyaan kepada Darmawan. 

" Apakah ada pesan seolah-olah Jessica marah saat ditinggal Mirna menikah," tanya Hotman di acara yang sama. 

Mulanya, Darmawan agak ragu menyampaikan ini di media karena terkait materi penyidikan. Tapi akhirnya, Darmawan menjawab pertanyaan advokat nyentrik itu. 

" Mau dong dicium sama loe, udah lama," Darmawan mengutip pesan Jessica di ponsel putrinya. " Yang saya lihat seperti itu," tegas Darmawan membacakan pesan 'mesra' itu. 

Darmawan mengaku, masih ada lagi beberapa pesan dari Jessica ke putrinya, namun itu akan dibuka di pengadilan.

Bantah

Pengacara Jessica, Yudi Wibowo, membantah kliennya itu penyuka sesama jenis. " Enggak benar itu. Jessica itu punya pacar bule," kata Yudi.

Yudi mengakui, Jessica tidak menyukai pria Indonesia. Sepengetahuannya, Jessica selalu menjalin cinta dengan pria asing. Tapi, Yudi tak menjelaskan dari negara manakah kekasih Jessica berasal.

" Dia nggak suka (cowok) Indonesia. Kekasihnya berwarga negara asing itu namanya Patrick," ucap Yudi beberapa waktu lalu. 

Yudi menuturkan kedekatan yang terjalin antara Jessica dan Mirna hanya sebatas pertemanan. Keduanya, kata Yudi, dekat karena sekolah di universitas yang sama di Sidney, Australia.

" Mereka memang bersahabat, karena sama-sama dari Indonesia juga. Tetapi, keduanya tidak tinggal di rumah yang sama. Jessica tinggal sendirian, sedangkan Mirna tinggal bersama orangtuanya," kata dia. (Ism) 

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup