Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Warga Menutupi Wajah Untuk Berlindung Dari Sengatan Matahari (Liputan6.com)
Dream - Pemerintah Kolombia mengimbau warganya untuk tidak melakukan hubungan intim di siang hari. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya gelombang panas yang menerpa sebagian besar kawasan negara di Amerika Tengah itu.
Sekretaris kesehatan Santa Marta, Julio Salas, mengatakan hubungan intim di siang hari dapat menjadi aktivitas membahayakan. Sebab, hubungan intim dapat memicu kerja jantung, sementara udara sangat panas mencapai 40 derajat Celcius.
Saran Salas ini hanya satu dari sekian banyak cara untuk mencegah dampak buruk akibat gelombang panas. Saran lainnya, memakai pakaian longgar dan banyak minum air putih.
" Hindari berhubungan intim ketika suhu sedang tinggi, terutama di siang hari, karena aktivitas ini memerlukan gerakan fisik dan meningkatkan denyut jantung,” kata Salas, dikutip dari Newsweek, Selasa 21 Agustus 2018.
Menurut Salas, aktivitas seks bisa dilakukan ketika matahari terbenam atau suhu rendah. " Jika Anda punya AC yang baik, tidak masalah," kata Salas.
Pernyataan Salas ini menjadi polemik. Asosiasi Jantung Amerika justru menganggap hubungan intim sebagai aktivitas fisik sedang dan tidak berbahaya karena hanya membuat jantung berdetak 130 kali tiap menit.
Saat ini, sejumlah rumah sakit di kota Santa Marta kewalahan menangani banyaknya pasien dengan gejala serangan panas, seperti mual dan pusing.
Cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di sejumlah negara sejak tujuh bulan lalu. Banyak orang menderita akibat gelombang panas.
(ism, Laporan: Rahma Yultus)
Dream - Jepang tengah dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan. Pada Senin siang kemarin, suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Dikutip dari Straits Times, suhu tertinggi tercatat berada di Kumagaya di prefektur Saitama wilayah Tokyo Besar pada siang kemarin pukul 14.16 waktu setempat mencapai 41,1 derajat Celcius.
Suhu ini melampaui rekor yang pernah terjadi pada Agustus 2013 yaitu 41,0 derajat Celcius di Kochi. Sedangkan di Ibukota Jepang, Tokyo, suhu udara rata-rata mencapai 40 derajat Celcius kemarin. Tetapi, suhu udara di distrik Ome di barat Tokyo tercatat 40,8 derajat Celcius.
Cuaca ekstrem ini menyembabkan sedikitnya 77 orang, kebanyakan orang tua, meninggal dunia. Satu pelajar dilaporkan pingsan ketika keluar dari gedung sekolah dan sebanyak 30 ribu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat menderita heat stroke.

Kantor berita NHK mencatat sedikitnya 38 penduduk Tokyo meninggal akibat gelombang panas ini. Dari angka tersebut, 21 kasus kematian terjadi pada Jumat dan Minggu pekan lalu pada usia antara 40 sampai 90 tahunan.
Sementara kantor berita Kyodo melaporkan, pada Senin kemarin sebanyak sembilan orang meninggal di prefektur Miyazaki. Di daerah yang sama, sembilan pelajar SMA yang melihat pertandingan baseball dilarikan ke rumah sakit akibat menderita sejumlah kondisi karena kepanasan.
Dua orang warga Singapura yang tinggal di Tokyo juga mengalami kelelahan akibat panas yang terjadi selama sepekan. Mereka adalah Nur Rosmawati dan Layla Tan.
Pejabat Badan Metereologi Jepang, Motoaki Takekawa, mengatakan hampir seluruh kawasan Jepang akan mengalami cuaca panas di atas 35 derajat Celcius hingga awal Agustus. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya