Diperiksa Polisi, Ustaz Sambo: Jangan Sampai Ustaz Diciduk, Diborgol

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 27 Mei 2019 13:40
Diperiksa Polisi, Ustaz Sambo: Jangan Sampai Ustaz Diciduk, Diborgol
"Saya pikir ngapain kita harus sembunyi-sembunyi".

Dream - Guru ngaji Prabowo Subianto, Ansuf Idrus Sambo memenuhi panggilan polisi untuk pemeriksaan kasus makar yang menjerat Eggi Sudjana.

" (Pemeriksaan) terkait bang Eggi, itu saja," ujar Sambo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 27 Mei 2019.

Ia mengatakan, panggilan pertamanya diagendakan pada 22 Mei 2019 tapi berhalangan hadir karena ingin mempelajari dulu mengenai materi pemeriksaan.

" Saya pikir panggilan pertama itu pertama ya saya masih istilahnya baru mempelajari dulu, kan saya belum ketemu lawyer. Saya ketemu lawyer kan setelah tiga hari setelah itu. Baru saya datang," ucap dia.

Setelah konsultasi dengan tim kuasa hukum, ia disarankan untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya.

" Setelah saya konsultasi sama lawyer, kata lawyer 'ya hadapi saja ustaz'. Saya pikir ngapain kita harus sembunyi-sembunyi, ya saya hadapi," kata dia

 

1 dari 4 halaman

"Ngapain Kita Harus Sembunyi-sembunyi"

Ia berharap, jangan sampai ada ustaz yang ditangkap oleh polisi dan diperlakukan tidak manusiawi.

" Jangan sampailah ustaz diciduk diborgol gitu, ya enggalah. Kita gantlement saja kalau memang ini ya kita hadapi," ucap dia.

Seperti diketahui, Eggi Sudjana kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dalam pidatonya di depan kediaman Prabowo pada 17 April 2019 terkait people power.

Saat ini, Eggi tengah menjalani masa penahanan di Mapolda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019.

2 dari 4 halaman

Jokowi: Meski Sakti, Jangan Menjatuhkan

Dream - Situasi politik saat ini tentunya sangat menguras emosi dan pikiran Presiden Joko Widodo. Menghadapi kondisi tersebut, rupanya ada filosofi Jawa yang selalu dipegangnya.

Hal ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara yang diunggah di akun Instagram @Jokowi. Sang Presiden mengungkap kalau ada tiga prinsip yang selalu dipegang dan berasal dari filosofi Jawa.

Prinsip pertama yaitu lamun siro sekti, ojo mateni yang artinya meskipun kamu sakti, jangan menjatuhkan. Lalu prinsip kedua, lamun siro banter ojo ndhisiki,dengan arti meskipun kamu cepat, jangan suka mendahului.

Lalu prinsip ketiga yang juga dipegangnya hingga hari ini adalah lamun siro pinter ojo minteri, yang berarti meskipun kamu pintar, jangan sok pintar.

Tiga prinsip tersebut tampaknya jadi modal Jokowi bisa duduk di kursi Presiden hingga saat ini.

3 dari 4 halaman

Anggota Badan Pemenangan Prabowo Ditangkap, Istri: Dua HP Disita

Dream - Polisi baru saja menangkap Mustofa Nahrawardaya, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Minggu 26 Mei 2019 dini hari tadi. Ia diduga menyebarkan berita palsu dan ujaran kebencian.

Cathy Ahadianti, istri Mustofa, membenarkan penangkapan suaminya. Dia menjelaskan kronologi penangkapan sang suami oleh petugas dari Direktorat Cyber Mabes Polri.

" Ya dijemput dini hari tadi, saya dampingi jam 3 pagi tadi. Tapi saya jam 7.30 WIB disuruh pulang. Padahal saya mau nunggu suami saya, karena kondisi kesehatanya yang lagi sakit dari pekan kemarin," kata Cathy saat dihubungi Liputan6.com,Minggu, 26 Mei 2019.

Dia menjelaskan, Mustofa ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dan diharuskan diperiksa pihak berwajib, karena diduga kuat melanggar Undang-Undang ITE lewat cuitannya di akun Twitter pribadi tanggal 24 Mei 2019.

" Tertulis di surat ini ditangkap untuk diperiksa, karena tulisan di Twitter @akuntofa @tofalemontofa hari jumat yang lokasinya di Jakarta Selatan, padahal kami saat itu di Bintaro posisinya, Tangerang Selatan," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Mencari Bantuan Hukum

Saat ini Mustofa diakui Cathy masih kesulitan mencari bantuan tim kuasa hukum. Baik dari pihak partai ataupun BPN 02.

" Mungkin karena ini hari Minggu, saya sudah coba kontak, tapi sementara baru konfirm ada Pak Juju (Sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia Juju Purwantoro). Kawan yang lain saya masih kesulitan kontak, HP bapak ada dua, semuanya disita," jelas Cathy.

Dalam surat penangkapan yang diterima merdeka.com, Mustofa diamankan berdasarkan laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Dalam penangkapan itu, Mustofa diduga telah mengunggah di media sosial Twitter pribadinya ujaran kebencian dan berbau SARA pada 24 Mei 2019.

Dalam surat penangkapan, Mustofa diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang 19 Tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-Udang Nomor 1 Tahun 1946.

Laporan Muhammad Radityo Priyasmoro/ Liputan6.com

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?