Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Delapan Miliarder Dunia Yang Kekayaannya Melebihi Kekayaan Seluruh Orang Di Dunia.
Dream – Sebuah riset mengagetkan datang dari Oxfam America—sebuah lembaga riset antikemiskinan. Kekayaan 62 orang superkaya di dunia disebut setara dengan separuh dari populasi masyarakat miskin dunia.
lebih spesifik, Oxfam bahkan menyebut delapan orang terkaya dunia memiliki kekayaannya yang total nilainya setara dengan 3,6 miliar penduduk di planet ini.
Dilansir dari CNN Money, Selasa 17 Januari 2017, delapan orang superkaya yang dimaksud adalah Bill Gates, Warren Buffet, Carlos Slim, Mark Zuckerberg, Amancio Ortega, Larry Ellison, dan Michael Bloomberg. Total kekayaan mereka mencapai US$426 miliar atau Rp5.699,63 triliun.
“ Ketimpangan ini menjebak jutaan orang dalam kemiskinan, meretakkan kehidupan masyarakat, dan meracuni kehidupan politik,” kata Vice President for Policy and Campaign, Paul O’Brien.
Dalam laporannya Oxfam menyebutkan, total kekayaan orang superkaya meningkat tajam dalam lima tahun hingga tahun 2015. Pada 2010, dibutuhkan 388 miliarder dunia untuk menyamai separuh dari populasi masyarakat miskin dunia.
Paul mengatakan World Economic Forum telah mengidentifikasi peningkatan ketimpangan ekonomi sebagai masalah stabilitas sosial. Tapi, Oxfam melihat masalahnya bertambah buruk.
“ Di samping para pemimpin dunia berlomba-lomba untuk mengurangi kesenjangan sosial, tapi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin lebar,” kata dia.
Laporan tersebut, lanjut Paul, 7 dari 10 orang hidup di negara yang ketimpangannya memburuk selama tiga dekade terakhir. Lebih dari 25 tahun silam, 1 persen orang paling kaya meraih pendapatan lebih tinggi daripada 50 persen orang-orang yang berada di kalangan bawah.
“ Masalah pendapatan dan kekayaan sudah memberikan sinyal merah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya