5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Bagi umat Islam, puasa tidak sekadar ibadah menahan lapar dan haus. Puasa memiliki makna jauh lebih besar.
Puasa merupakan sarana seorang Muslim mengendalikan diri dari segala perbuatan buruk dan maksiat. Puasa juga melatih manusia agar memiliki tingkat kesabaran lebih tinggi.
Para sahabat dan umat terdahulu begitu bersemangat menjadikan puasa sebagai sarana menyucikan diri. Mereka meninggalkan segala keburukan dan sepenuhnya beramal sholeh demi meraih berkah puasa.
Namun begitu, umat Islam perlu memperhatikan betul penyebab puasa jadi sia-sia. Sebisa mungkin sebab tersebut dihindari.
Dikutip dari Bincang Syariah, dalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda.
" Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan."
Hadis ini menjelaskan bagaimana bahayanya ucapan dan perbuatan dusta terhadap puasa. Sehingga, kita diwajibkan menjaga ucapan dan perbuatan selama menjalankan puasa.
Ibnu Rajab Al Hambali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menerangkan orang berpuasa sebenarnya tengah belajar bersabar dalam ujian. Selain harus menahan lapar dan haus, seorang Muslim juga dituntut bersabar dari maksiat.
Perkataan dan perbuatan dusta sebenarnya tidak membuat puasa seseorang batal. Namun demikian, puasa menjadi sia-sia lantaran tidak mendapatkan apapun selain lapar dan haus.
Menahan diri dari perkataan dan perbuatan dusta saat berpuasa merupakan rangkaian dari ibadah kepada-Nya. Mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Sumber: bincangsyariah.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?