Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Uighur (Foto: Shutterstock)
Dream - Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan laporan terbaru mengenai kondisi Etnis Uighur di Cina. Organisasi tersebut menyebut etnis Uighur dipantau menggunakan aplikasi yang tertanam di ponsel.
Aplikasi tersebut akan mengumpulkan informasi dan meminta pejabat terkait melaporkan orang-orang Uighur dan perilaku mereka.
Dilaporkan Al Jazeera, kepolisian China menggunakan aplikasi di ponsel itu untuk mengumpulkan data 13 juta etnis Uighur dan Muslim Turk di Provinsi Xianjiang.
Aplikasi, yang dikenal sebagai Platform Operasi Gabungan Terpadu, digunakan untuk menyimpan informasi dari ketinggian dan berat individu hingga pemindaian wajah.
Pihak berwenang Xinjiang mengamati dengan cermat 36 kategori perilaku, termasuk mereka yang tidak bersosialisasi dengan tetangga, sering menghindari menggunakan pintu depan, tidak menggunakan smartphone, menyumbang ke masjid, dan menggunakan jumlah listrik secara " abnormal" .
" Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pola, dan memprediksi, kehidupan sehari-hari dan resistensi dari populasi, dan, pada akhirnya, untuk merekayasa dan mengendalikan realitas," kata HRW dalam laporan itu.
Aktivis hak asasi manusia, yang bekerja sama dengan perusahaan keamanan Jerman, Cure53, menyelidiki aplikasi itu, untuk memberikan " pandangan mengenai pengawasan massal bekerja di Xinjiang" .
Seiring dengan pengumpulan informasi pribadi, aplikasi ini meminta para pejabat untuk melaporkan tentang orang, kendaraan dan aktivitas yang mereka anggap mencurigakan. Jikalau ditemukan, polisi akan menindaklanjuti dan mengirimkan " misi investigasi" .
Petugas juga diminta untuk memeriksa apakah warga Uighur itu menggunakan salah satu dari 51 alat dan aplikasi internet yang dianggap mencurigakan. Penyelidikan termasuk penggunaan platform pengiriman pesan yang populer di luar Cina seperti WhatsApp, LINE dan Telegram.
Sejumlah orang mengatakan mereka atau anggota keluarga mereka telah ditahan karena memasang WhatsApp atau Virtual Private Network (VPN) di ponsel.
Salah satu kritik dari dunia internasional terhadap Cina yaitu kebijakannya, menahan satu juta warga etnis Uighur dan minoritas lain. Mereka ditahan di kamp-kamp interniran.
Cina mengklaim kamp adalah pusat pelatihan kejuruan. Tapi, dalam perjalanannya, mengaku dipaksa untuk menjadi tuan rumah bagi pemantau pemerintah.
HRW mengatakan, pemerintah Cina juga telah mengumpulkan " sampel DNA, sidik jari, pemindaian iris dan golongan darah dari semua penduduk antara usia 12 dan 65. Termasuk contoh suara.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya