Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Sebuah perusahaan pasti memiliki aturan sendiri dalam memberikan sanksi bagi karyawannya yang tidak patuh. Ada perusahaan yang memberikan sanksi berupa teguran dan ada pula yang langsung menjatuhkan sanksi berupa surat peringatan.
Namun, hukuman yang diberikan suatu perusahaan ini membuat orang bergidik.
Dilansir dari Shanghaiist, Rabu 16 November 2016, perusahaan penjualan barang konstruksi dan furnitur ini menggelar pertemuan dengan 60 karyawan muda di sebuah plaza di pinggir kota Hanzhong, Tiongkok.
Ada seorang lelaki yang membawa tas berisi ulat, sumpit, cawan, dan beberapa botol baiju—minuman alkohol tradisional Tiongkok.
Untuk apa ulat dan minuman beralkohol?
© Dream
Perusahaan tersebut meminta karyawan yang tidak memenuhi target penjualan untuk makan ulat hidup-hidup dan minum alkohol. Ada 5-6 pegawai yang menerima hukuman ini.
Tapi, ada satu orang pegawai yang mundur karena sedang hamil dan hukuman ini bisa membahayakan bayinya.
Seorang karyawan yang tidak disebutkan namanya ini mengatakan mereka makan empat ekor larva ulat setiap kehilangan seorang pelanggan. Hukuman ini merupakan hal yang “ lumrah” dilakukan di perusahaan.
Awalnya, karyawan yang tidak memenuhi target penjualan, dihukum dengan makan gurita hidup dan semut.
Pimpinan perusahaan bernama Cao, mengatakan setiap pekerja menerima hukuman ini. Hukuman ini pun bisa meningkatkan produktivitas menjadi lebih tinggi.
© Dream
Menurut Undang-Undang Ketenangakerjaan Tiongkok, setiap perusahaan yang memberikan hukuman fisik kepada karyawannya dan hukuman tersebut membahayakan kesehatan mereka, bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi atas hukuman kejam yang diberikan perusahaan.
Contoh hukuman kejam lainnya adalah karyawan yang tidak produktif, dihukum dengan makan labu pahit dan dipukul atas performa buruknya. Beberapa pakar hukum mengatakan hukuman fisik tersebut seharusnya dilaporkan oleh korban.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya