Ibu Sibuk Main Ponsel, Anak Tewas Ditabrak Mobil

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 27 April 2016 17:28
Ibu Sibuk Main Ponsel, Anak Tewas Ditabrak Mobil
Peristiwa tragis itu terekam kamera CCTV.

Dream - Ini peringatan bagi kita semua. Jangan terus terpaku pada ponsel saat mengasuh anak. Jika mata terus melekat pada layar ponsel, maka kita akan lengah. Akibatnya bisa fatal...

Belajarlah pada kecelakaan di Kota Lu’an, Provinsi Anhui, China, ini. Pada 19 April 2016, bocah lelaki berusia 2 tahun tewas ditabrak mobil karena sang ibu terlalu asik main ponsel.

kejiwaan-pelaku-2109275.html" id="link-box-terkait-1" data-position="1">Tak Terbukti Sakit Jiwa, Polisi Ungkap Motif Penyerang Penceramah di Batam

Detik-detik kecelakaan itu terekam kamera CCTV. Dalam video tersebut terlihat sang balita “ nyelonong” ke jalanan. Lepas dari pengawasan sang ibu, yang memilih asik dengan ponselnya.

Bocah itu melangkah hingga ke tengah jalan. Dan beberapa saat kemudian, melajulah sebuah mobil berwarna hitam, dan brak... bocah tak berdosa itu ditabrak.

Setelah bocah malang itu tertabrak, barulah sang bunda sadar. Dia lari menuju ke arah putranya yang sudah terkapar. Sang ibu, dan sopir yang menabrak, kemudian membawa anaknya ke rumah sakit.

Namun sayang, bocah itu tewas. Polisi setempat kemudian mendatangi rumah sakit dan memeriksa sopir serta ibu dari bocah tadi.

Video kecelakaan itu kemudian menyebar di sosial media Tiongkok. Sebagian besar netizen menyayangkan ulah sang ibu yang tak memperhatikan putranya, dan lebih sibuk dengan ponselnya.

Kisah anak tewas karena sang ibu lebih sibuk dengan ponsel bukan kali ini saja terjadi. Kejadian serupa juga pernah terjadi di tempat lain.

Apalagi saat di jalanan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, pada 2015 lebih dari 10.000 anak akibat kecelakaan di jalan.

Jadi, mari kita berhati-hati saat menjaga anak. Jangan lengah. (Ism, Sumber: Dailymail)

1 dari 3 halaman

Ibu Asyik Main Ponsel, Bayi Tewas Tenggelam di Ember

Dream - Kini hampir setiap saat semua orang tak bisa lepas dari ponsel pintar (smartphone). Keberadaannya sering membuat seseorang lupa waktu, bahkan lupa mengawasi orang-orang di sekitarnya.

Kejadian tragis yang dialami seorang ibu di Tiongkok bisa jadi pelajaran. Lantaran asyik main smartphone, si ibu meleng mengawasi anaknya yang berusia 14 bulan. Balita malang itu akhirnya meninggal dunia karena tenggelam di dalam ember.

Si Ibu bermarga Huang (23 tahun) baru sadar ketika sang anak tidak ada di dekatnya. Tapi semua sudah terlambat.

Kejadian bermula saat Huang terlalu sibuk memainkan smartphone, sementara sang anak bermain air di kamar mandi.

Diduga terpeleset, balita itu tercebur ke dalam ember berisi air kemudian tenggelam. Setelah menemukan sang anak dalam kondisi tak bernapas, Huang langsung membawa putrinya ke rumah sakit.

Sayang, nyawa balita itu tidak dapat diselamatkan dan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

Kejadian ini membuat banyak orang menyesalkan tindakan Huang yang tidak mengawasi putrinya. " Orangtua harus memberi perhatian kepada anaknya. Sangat menyedihkan hal ini bisa terjadi," ujar seorang tetangga.

Para tetangga mengetahui Huang menjaga balitanya seorang diri, sementara suaminya bekerja di sebuah pabrik. Karena kejadian ini, suami Huang harus berurusan dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

(Ism, Sumber: Guangzhou Daily, Shanghaiist.com)

2 dari 3 halaman

Cerita Gadis Cilik Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Dream - Seorang gadis berusia 7 tahun selamat dari kecelakaan pesawat di Kentucky, Amerika Serikat. Dia juga berjalan kaki menembus dinginnya salju musim dingin untuk mencari pertolongan.

Penuh dengan darah dan hanya mengenakan kemeja lengan pendek, gadis bernama Sailor Gutzler itu keluar dari runtuhan pesawat. Tubuh cilik itu kemudian berjalan kaki menembus suhu yang membeku sejauh tiga perempat mil.

Selain menembus hutan, dia juga menyeberangi sungai kecil. Beruntung, dia pergi ke arah yang benar dan berhasil menemukan tempat tinggal terdekat dari pesawat itu jatuh.

Dia berhasil mencapai rumah penduduk bernama Larry Wilkins, 71 tahun, yang segera menelepon 911 dan polisi tentang kecelakaan pesawat yang dialami Sailor.

" Dia mengatakan ayah dan ibunya sudah meninggal dan dia mengalami kecelakaan pesawat," kata Wilkins.

Sebelumnya pada Jumat malam, 2 Januari 2015, sebuah pesawat Piper PA-34 telah jatuh di Lyon County di wilayah barat Kentucky.

Pesawat itu menewaskan empat orang, termasuk orangtua Sailor, Marty Gutzler (48 tahun) dan istri Kimberly Gutzler (46 tahun), kakaknya Piper Gutzler (9 tahun) dan sepupunya, Sierra Wilder (14 tahun). Semua korban berasal dari Nashville, Illinois.

Kini, keempat jenazah itu dibawa ke Louisville, Kentucky untuk diotopsi. Sementara bangkai pesawat telah diangkut pada hari Minggu kemarin ke sebuah lokasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan bantuan Sailor, badan keamanan transportasi nasional AS (NTSB) berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat tersebut dalam hitungan 3 hari.

Sebelumnya, pesawat nahas itu diperkirakan akan ditemukan dalam 10 hari ke depan, kata Heidi Moats dari NTSB. Namun Moats tidak menyebutkan penyebab dari kecelakaan pesawat ini.

Marty Gutzler menerbangkan pesawat, yang kemudian dilaporkan mengalami masalah mesin dan kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara di sekitar 05:55 CST, kata pihak berwenang.

Petugas pengatur mencoba untuk mengarahkan Marty untuk mendarat di bandara terdekat dari tempat kejadian kecelakaan. Namun sekitar 40 menit kemudian, 911 menerima telepon darurat dari Wilkins.

Federal Aviation Administration mengatakan pada Jumat bahwa pesawat itu lepas landas dari Bandara Regional Tallahassee, Florida dan menuju Mount Vernon, Illinois. Sailor mengatakan kepada polisi bahwa keluarganya baru saja dari Key West, Florida.

Menurut situs FAA, Gutzler adalah pilot komersial dan instruktur penerbangan berlisensi.

(Ism, Sumber: Emirates 24/7)

 

 

3 dari 3 halaman

Balasan Istri Buat Suami yang Selingkuh: Sayang Aku Kecelakaan

Dream - Bayangkan jika Anda berada di luar negeri sedang melakukan perjalanan bisnis ketika tiba-tiba menerima email dari pasaangan Anda tentang kecelakaan yang dia alami.

Karena panik memikirkan keselamatan orang yang Anda cintai, Anda pasti membayangkan tentang tingkat cedera yang dideritanya. Namun, bagaimana jika saat membuka email, Anda disambut oleh ini:

" Untuk suamiku tersayang,

Sebelum kamu pulang dari perjalanan ke luar negeri, aku hanya ingin memberitahu tentang kecelakaan kecil yang aku alami ketika mengemudikan pick-up dan menabrak pintu masuk garasi. Untungnya, kecelakaan tidak terlalu parah dan aku benar-benar tidak terluka, jadi jangan terlalu khawatir tentang aku.

Aku sedang akan pulang dari Wal-Mart, dan ketika aku sudah di jalan masuk, aku sengaja menginjak pedal gas, bukan rem. Pintu garasi hancur, tapi untungnya mobil pick-up berhenti ketika menabrak mobilmu.

Aku benar-benar menyesal, tapi aku tahu dengan kebaikan hatimu. Kamu pasti akan memaafkan aku. Aku tahu betapa aku mencintaimu dan peduli kamu, kekasihku tersayang.

Aku tidak sabar untuk memelukmu lagi.

Menunggu kamu pulang dengan selamat,

Istrimu tercinta

PS: " Pacarmu baru menelepon. Dia bilang kangen sama kamu."

Dan di bawah tulisan tersebut terpampang gambar mobil pick-up yang nangkring di atas mobil mewah yang sedang diparkir di dalam garasi yang hancur berantakan.

Rupanya si istri sangat kesal karena suaminya selingkuh dengan wanita lain. Dan karena yang bersangkutan sedang di luar negeri, si istri melampiaskan kemarahannya kepada mobil si suami. Nah loh...

(Sumber: elitereaders.com)

Beri Komentar